Berita

Mantan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla/Net

Politik

Usulan Tepat, Jokowi Bisa Minta JK Selesaikan Masalah Papua

RABU, 05 MEI 2021 | 10:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Usulan agar Presiden Joko Widodo memberikan mandat kepada Jusuf Kalla untuk turun tangan menyelesaikan masalah di Papua nilai sangat tepat.

"Pak JK memiliki pengalaman dalam menyelesaikan konflik baik dalam negeri maupun manca negara," kata Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra, Rabu (5/5).

Menurut analis politik ini, pengalaman JK dalam menyelesaikan konflik membuat Presiden Republik Islam Afghanistan, Asraf Gani pernah meminta JK untuk menjadi mediator perundingan pihaknya dengan kelompok Taliban.

"Jika presiden negara lain ingin memanfaatkan kepiawaian JK dalam menyelesaikan konflik, rasanya sangat baik juga apabila Presiden Jokowi memanfaatkan pengalaman JK," ujar Iwel Sastra kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Jelas Iwel Sastra, konflik bersenjata di tanah Papua sudah ada sejak Order Baru. Tentu saja banyak pihak yang mengharapkan agar konflik ini segera berakhir.

"Pengalaman Pak JK dalam menyelesaikan berbagai konflik dapat dimanfaatkan dalam menyelesaikan konflik di Papua. Apalagi JK pernah selama 5 tahun mendampingi Jokowi sebagai wakil presiden," ucapnya.

Direktur Eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab sebelumnya mengusulkan, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo untuk menangani masalah di Tanah Papua.

"Saya mengusulkan Pak JK bisa itu turun tangan menyelesaikan masalah di Papua," kata Syamsuddin Radjab, Selasa (4/5).

JK telah diakui sebagai tokoh perdamaian di dalam dan luar negeri dengan segudang pengalaman serta track record. Sehingga, bukan tidak mungkin akan berhasil menangani masalah di Papua.

Populer

Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Jokowi Datang Seperti Menteri yang Berwisata

Kamis, 12 Mei 2022 | 00:36

Serangan ke Anies Makin Gencar, Senator Jakarta: Tenggelamkan dengan Kabar Prestasi

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:00

Natalius Pigai: Saya Tidak Melihat Singapura Phobia Islam, Presidennya Muslimah Melayu

Kamis, 19 Mei 2022 | 18:37

Natalius Pigai: Saya Duga Pemerintah Indonesia Dukung Kemerdekaan Luhansk & Donetsk

Jumat, 20 Mei 2022 | 15:49

Usai Makan Malam Bersama, AHY Pastikan Demokrat Tetap Dukung Edy Rahmayadi

Senin, 16 Mei 2022 | 09:38

Puji Pakaian Muslimah Iriana, Imam Shamsi Ali: Kira-kira yang Sering Nyinyiri Kerudung Ngomong Apa ya?

Senin, 16 Mei 2022 | 09:28

BUMN Telkom Suntik Triliunan Rupiah Ke Perusahaan Kakak Erick Thohir, AEK: Baunya Amis Sekali

Sabtu, 21 Mei 2022 | 03:08

UPDATE

Pembeli Tiket Formula E Mayoritas WNA, Gerindra: Tidak Perlu Dipersoalkan

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:17

Bantu Sri Lanka, India Kirim 40 Ribu Metrik Ton Solar

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:55

Menterinya "Diemong", Ganjar Pranowo "Dielus", Jokowi Main Banyak Kaki?

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:52

Golkar dan PAN Jawa Timur Bertemu Bahas Kelahiran Pemimpin Terbaik

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:39

Sambut Kunjungan Ketua ICMI, Dubes Najib Gali Berbagai Peluang Kerjasama

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:23

Jangan Anggap Enteng Surya Paloh

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:55

Babak Belur Kena Lockdown China, Apple Mulai Beralih ke India dan Vietnam

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:54

Pesan di Balik “Ojo Kesusu”, Jokowi Tidak Ingin Terjebak di Antara Relawan dan Partai

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:27

Korea Utara Mulai Catat Tren Penurunan Kasus Demam

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:24

Tegaskan Kedaulatan, Filipina Pasang Buoy Navigasi dan Pos Komando di Laut China Selatan

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:01

Selengkapnya