Berita

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Anucha Burapachaisri/Net

Dunia

Terbukti Efektif Kurangi Tingkat Kematian Akibat Covid-19, Thailand Siap Produksi Sendiri Obat Favipiravir

SELASA, 04 MEI 2021 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Thailand mengumumkan bahwa pihaknya telah mengamankan pasokan favipiravir, obat vital dalam perang melawan Covid-19, dalam jumlah besar. Saat ini sedang berupaya mendapatkan izin untuk memproduksinya sendiri di dalam negeri.

Dalam keterangannya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Anucha Burapachaisri mengatakan bahwa pihaknya telah mulai memasok obat tersebut ke seluruh runah sakit di seluruh negeri.

"Kementerian Kesehatan Umum sudah memasok obat obat antivirus ke rumah sakit umum dan swasta di seluruh negeri," ujarnya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Selasa (4/5).


Kementerian juga telah menyisihkan stok favipiravir untuk lebih dari 20 rumah sakit besar di Bangkok dan provinsi lain, termasuk Rumah Sakit Rajavithi di ibu kota dan rumah sakit yang dikelola oleh universitas.

"Rajavithi telah menerima lebih dari 190.000 pil favipiravir dari kementerian, sementara Rumah Sakit Phra Nang Klao dan Rumah Sakit Chonburi masing-masing telah menerima 78.200 dan 70.000 pil," kata Anucha.

Anucha juga mengatakan bahwa sebanyak 765.600 pil favipiravir telah dikirim ke rumah sakit umum dan swasta di setiap provinsi yang membutuhkannya pada 26-30 April lalu.

Dia juga mengklaim rumah sakit swasta bebas mengimpor Favipiravir mereka sendiri dan bahwa pemerintah tidak memonopoli pasokan. Selain itu, kementerian juga memiliki rencana darurat melalui Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO) untuk menerbangkan favipiravir ke provinsi atau melalui jalan darat ke provinsi yang tidak memiliki bandara.

Mengenai kebijakan pemerintah untuk menetapkan Thailand sebagai pusat produksi favipiravir regional, Anucha mengatakan telah menginstruksikan Organisasi Farmasi Pemerintah (GPO) untuk mempercepat proses negosiasi dengan perusahaan yang ingin mendapatkan paten untuk memproduksi favipiravir di sini.

Awal bulan ini, direktur jenderal Departemen Kekayaan Intelektual Thailand, Vuttikrai Leewiraphan mengatakan telah meminta perusahaan farmasi Jepang Fujifilm Toyama Chemical untuk memberikan informasi tambahan tentang inovasi favipiravirnya pada akhir Agustus mendatang.

"Departemen dapat, bagaimanapun, menolak tawaran perusahaan Jepang untuk mematenkan obat tersebut di Thailand jika gagal memberikan informasi tentang inovasi barunya tepat waktu," menurut Vuttikrai.

Favipiravir yang dijual dengan merek Avigan antara lain adalah obat antivirus yang digunakan untuk mengobati influenza di Jepang. Obat tersebut telah terbukti mengurangi tingkat kematian dan mencegah timbulnya gejala yang lebih serius, diresepkan oleh dokter untuk pasien Covid-19 pada tahap awal.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya