Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kelompok Penganut Ajaran Satanisme Queensland Ingin Ajarannya Dimasukkan Ke Kurikulum Sekolah Negeri

SENIN, 03 MEI 2021 | 15:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekelompok pemberontak agama di Queensland, Australia, mengajukan persetujuan ke Mahkamah Agung agar sekolah-sekolah negeri mau memasukkan ajaran Satanisme ke dalam kurikulum mereka, setelah usahanya ditolak Pemerintah Negara Bagian.
Kuil Setan Noosa, yang diprakarsai oleh Robin Bristow alias Brother Samael Demo-Gorgon pada 2019, mengatakan undang-undang agama yang saat ini berlaku memberi hak kepada kelompok tersebut untuk mengajarkan keyakinan mereka kepada siswa sekolah.

“Kami berharap dapat menggunakan hukum itu untuk pergi ke sekolah dan mengajarkan agama setan kepada anak-anak yang orang tuanya telah memberikan persetujuan,” kata Bristow kepada reporter A Current Affair, Pippa Bradshaw, seperti dikutip dari 9News.

Dia sudah memulai kampanye, membagikan brosur di sekolah menengah negeri Queensland, mengajukan petisi kepada orang tua agar memberikan otoritas kepadanya untuk mengajar Setanisme kepada anak-anak mereka.

Dia sudah memulai kampanye, membagikan brosur di sekolah menengah negeri Queensland, mengajukan petisi kepada orang tua agar memberikan otoritas kepadanya untuk mengajar Setanisme kepada anak-anak mereka.

“Saya pikir kami akan menjadi pendeta yang jauh lebih baik daripada pendeta Kristen,” katanya.

“Tujuan kami adalah mengenalkan agama di ruang publik dan kami melihat orang Kristen, merekalah yang telah mengambil alih ruang, mereka memiliki hak istimewa luar biasa yang te;ah mereka salahgunakan," ujarnya.

Berdasarkan undang-undang saat ini, jika orang tua memberikan otoritas, agama apa pun dapat diajarkan di sekolah, begitu mereka berlaku untuk kepala sekolah.

Tetapi Menteri Pendidikan Queensland, Grace Grace, mengatakan dengan tegas bahwa Setanisme tidak akan diajarkan di sekolah-sekolah.

Dan Kuil Setan Noosa mengklaim itu sebagai diskriminasi.

“Sangat luar biasa bagi seorang menteri pendidikan yang mengetahui undang-undang tersebut, yang mengetahui bahwa kelompok agama berhak untuk mengajar, telah datang dan mengatakan satu agama tertentu tidak boleh mengajar, di atas mayatnya, itu adalah pelanggaran Undang-Undang Anti-Diskriminasi,” kata pengacara kelompok itu, Trevor Bell.

Wendy Francis dari Australian Christian Lobby percaya bahwa gagasan tentang Setanisme yang diajarkan di sekolah-sekolah negeri itu konyol.

“Ini bukan akrobat, ini sebenarnya cukup serius sehingga orang tua harus benar-benar menawasi anak-anaknya dan memperhatikan hal ini,"  kata Francis.

Kuil Setan Noosa baru-baru ini merayakan kemenangan setelah apa yang tampak seperti simbol Pentagram dipajang di rumah sakit setempat di ruang multi-agama, di samping simbol-simbol Kristen, Budha, dan Hindu yang terkenal.

“Oh, itu sangat mengasyikkan, saya belum pernah melihat pemerintah negara bagian, atau pemerintah mana pun, mendukung keyakinan Setan dengan cara seperti itu, jadi itu sangat memberdayakan dan sangat menarik,” kata Bristow.

Tetapi Queensland Health buru-buru menyangkal klaim Bristow. Mereka mengatakan kepada A Current Affair dalam sebuah pernyataan bahwa symbol yang dipasang itu sebenarnya adalah ‘Pentacle’, simbol kuno yang mewakili lima luka Kristus, dan telah dipamerkan sejak 2017.

Terlepas dari ini, sekarang mereka telah menghapus semua simbol dari ruang multi-keyakinan, dan Kuil Setan Noosa telah menorehkannya sebagai kemenangan.

“Di satu sisi, itulah cara paling adil untuk memiliki sesuatu,” kata Bristow.

Kuil Setan Noosa juga ingin doa dihentikan di parlemen dan mengatakan itu tidak akan berhenti sampai berhasil.

“Kami hanyalah hamba Penguasa Kegelapan yang rendah hati dan mengikuti perintah-perintahnya jadi ya, tentu saja kami adalah penyebab masalah,” kata Bristow.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya