Berita

Sudarnoto Abdul Hakim/Net

Publika

Kembalikan Pendidikan Genuine Kita

SENIN, 03 MEI 2021 | 03:21 WIB | OLEH: SUDARNOTO A HAKIM

MUNCULNYA wabah virus corona baru (Covid 19) dengan dampak yang multidimensional dan sistemik ini, harus menjadi  momentum untuk merenung secara mendalam dan melakukan refleksi terkait dengan pendidikan kita. Apalagi di saat kita menjalankan ibadah puasa.

Ada beberapa hal penting terkait dengan pendidikan yang genuin  bangsa Indonesia yang luput dari perhatian PJPI 2020-2035.

Seluruh pihak perlunya mempertegas bahwa pendidikan yang seharusnya dikembangkan oleh bangsa Indonesia ialah yang berdasarkan kepada falsafah bangsa yaitu Pancasila. Ini mrnyangkut penguatan watak, karakter, kepribadian manusia Indonesia yang sesungguhnya.


Pendidikan haruslah juga berakar kuat kepada nilai nilai yang selama ini kita miliki yaitu agama dan  budaya bangsa yang luhur.

Filsafat liberalisme, sekularisme dan pragmatisme yang sudah mulai terasa berpengaruh di sektor pendidikan, tidaklah cocok dengan kebutuhan kita dalam menyiapkan dan membangun Indonesia ke depan.

Pendidikan berbasis pasar (market based education) tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indinesia. Karena itu renaissance pendidikan Indonesia yang baru sangat dibutuhkan sambil mengkoreksi PJPI 2020-2035 supaya perjalanan bangsa ke depan tidak salah arah.

Gagasan ini, tidak saja sekadar memberikan ruang yang memadai bagi membangun dan memperkokoh basis-basis kultural pendidikan kita, akan tetapi sekaligus menempatkan sains dan teknologi sebagai salah satu instrumen penting untuk membangun “kemaslahatan dan kerahmatan” bagi kehidupan.

Sains dan teknologi bukan alat untuk eksploitasi yang justru akan merusak masyarakat, lingkungan dan peradaban. Spirit eksploitatif ini yang menjadi salah satu faktor rusaknya lingkungan kita saat ini.

Home schooling dengan dibantu oleh perangkat teknologi yang memadai menjadi sangat penting. Konsep “back home” ini menegaskan pentingnya peran sejati orang tua dan keluarga dalam memperkokoh pendidikan secara genuin.

“Back Home” antara lain juga menegaskan spirit memperkokoh nilai keluhuran dan memperteguh ruh dan jiwa dalam pendidikan sembari mengembangkan life skill, sains dan teknologi. Nilai-nilai seperti inilah yang harus ditransfer ke lembaga pendidikan formal.

Momentum work from home (WFH) dan  study from home sebagai dampak penyebaran Covid 19, sambil mengambil momentum revolusi industri, bisa dijadikan sebagai milestone dimanfaatkan untuk membangun dan memperkuat sebuah budaya baru pendidikan yang berbasis kepada keluhuran nilai dan kekuatan sains teknologi.

Rumah menempati posisi strategis dalam memperkokoh budaya ini.

Budaya baru ini akan mendorong orang tua dan juga para guru, dosen berperan sebagai aktor pendidik "uswatun hasanah" pembentuk watak dan sumber inspirasi kemajuan anak anak.

Dalam waktu yang bersamaan budaya baru ini juga mendorong para guru, dosen, manajer pendidikan untuk kreatif, inovatif, produktif dan out of the box berselancar memperlebar perspektif dan jaringan, terbebas dari belenggu budaya birokrasi

Berharap ke depan tidak ada generasi Indonesia yang hilang karena ketidaksiapan sistem pendidikan. Karena itu, pemerintah bertugas untuk melindungi anak-anak bangsa agar mereka tetap memperoleh hak-hak pendidikan mereka secara merdeka, baik dan sempurna.

Jangan dibiarkan anak-anak Indonesia terinjak dan kehilangan kedaulatannya, dengan tetap berbasis kepada Agama, Pancasila dan Budaya luhur bangsa Indonesia.


Penulis adalah Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya