Berita

Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro/RMOL

Pertahanan

Dukung KKB Papua Teroris, Ngasiman Djoyonegoro: Sinergi TNI, Polri, BIN Kunci Keberhasilan Berantas Terorisme

MINGGU, 02 MEI 2021 | 23:27 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menegaskan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai  kelompok teroris. Penetapan KKB sebagai teroris mengacu pada UU 5/2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) Ngasiman Djoyonegoro mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Menurut pria yang karib disapa Simon ini, KKB adalah kelompok teroris yang tidak hanya melakukan kejahatan kemanusiaan (human crimes).


Pendapat Simon, tindakan KKB Papua jelas bertentangan dengan  Demokrasi, dan HAM (human rights).

Kata Simon, kekerasan yang dilakukan KKB merupakan kejahatan serius yang menjadi ancaman dan bahaya laten bagi negara, sehingga perlu tindak tegas pemerintah.

"Oleh sebab itu, perbuatannya jelas melanggar hukum HAM terkait perlindungan hak atas keamanan  dan hak hidup manusia. Alhasil, rasistansi mereka kepada negara merupakan pelanggaran hukum berat karena membangkang dan melawan hukum positif negara," demikian kata Simon, Minggu (2/5).

Lebih lajut, Simon mengapresiasi keberanian Presiden Joko Widodo yang tegas terhadap apa yang telah dilakukan KKB Papua. Alasannya, Presiden yang memiliki tanggung jawab untuk melindungi segenap masyarakat sipil.

Apa yang telah dilakukan Presiden Jokowi dengan memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk terus mengejar dan menangkap seluruh anggota KKB baik di Papua maupun di seluruh pelosok tanah air adalah langkah tepat.  

"Komitmen Presiden yang mengajak TNI-POLRI, dan BIN bersinegi adalah sebuah simbol kepemimpinannya yang menjunjung tinggi nasionalisme, dan patriotisme guna menegakkan keamanan, pertahanan, dan kedaulatan," demikian uraian analis pertahanan, keamanan dan intelien ini.

Simon memberikan catatan penting bagi pemerintah dalam rangka menumpas KKB Papua.

Ia mengingatkan bahwa penegakan hukum (law enforcement) yang efisien, dan efektif, serta konsisten sangat penting.

"Bagi siapa pun yang melawan hukum positif negara wajib ditindak. Sekalipun itu adalah pejabat pemerintah daerah di Papua," tandasnya.

Simon menganalisa, pemerintah juga perlu melibatkan PPATK. Tujuannya, untuk melakukan audit dana otsus terhadap penggunaan angagaran yang telah dibelanjakan, dan dicairkan  di Papua atau pun di Jakarta.

Dalam pandangan Simon, Selain optimalisasi pendekatan sosial, dan budaya, serta emosional approuch  dengan sejumlah tokoh lintas agama, yang terpenting adalah sinergi antara TNI, Polri dan BIN.

"Paling tidak, sinergi TNI-POLRI, dan BIN dapat dipastikan mampu mengubur bahaya laten terorisme. Ide-ide untuk mewujudkan Papua aman dan tentram sangat solutif bila mana fungsi Intelijen TNI-POLRI terus-menerus dilibatkan dalam merumuskan rencana kebijakan khusus Papua," demikian ulasan Simon.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya