Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pecah Rekor! India Catat Kenaikan Kasus Covid 400.000 Dalam 24 Jam Pada Sabtu

SABTU, 01 MEI 2021 | 15:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

India mencatat rekor kenaikan harian kasus Covid-19 sebanyak 401.993 pada Sabtu (1/5). Angka yang belum pernah dialami sebelumnya. Menambah kengerian yang mencekam, dan semua semua orang berlomba ke pusat kesehatan untuk melakukan vaksinasi.

Ini adalah angka harisan tertinggi, setelah selama 10 hari berturut-turut India mencatat angka kasus harian sebanyak 300.000.

Sementara kematian akibat Covid-19 melonjak 3.523 selama 24 jam terakhir, menjadikan total korban di India menjadi 211.853, menurut data resmi.
Ratusan orang terlihat mengantri untuk divaksinasi di seluruh Ahmedabad, sebuah kota bisnis yang hiruk pikuk, pada Sabtu. Pemerintah sedang melakukan upaya vaksinasi besar-besaran untuk semua orang dewasa, seperti dikutip dari Reuters.

Ratusan orang terlihat mengantri untuk divaksinasi di seluruh Ahmedabad, sebuah kota bisnis yang hiruk pikuk, pada Sabtu. Pemerintah sedang melakukan upaya vaksinasi besar-besaran untuk semua orang dewasa, seperti dikutip dari Reuters.

India adalah negara produsen vaksin Covid-19 terbesar di dunia, namun negara itu justru berada pada urusan kedua dunia  sebagai terbanyak kasus Covid. Negaar itu juga memiliki jumlah suntikan yang terbatas, tenaga medis yang terbatas, sefrta pasokan obat-obatan dan peralatan medis yang terbatas.

Selama hampir dua minggu, orang berebut mendapatkan obat dan oksigen yang harganya melangit di luar nalar.

Antrian vaksinasi hari ini, juga melahikran kecemasan baru. Otoritas Delhi, wilayah yang terpukul paling parah di India, memohon kepada orang-orang untuk tidak mengantri di pusat vaksinasi karena akan menciptakan sumber bahaya baru. Otoritas telah menjanjikan bahwa vaksin akan terseia untuk semua orang secara bergilir.

Dilema terjadi di negara bagian Odisha, timur India. Otoritas mengatakan, mengatakan pihaknya telah menerima kiriman 150.000 dosis vaksin Covid-19, tetapi dengan adanya peraturan penguncian, maka kemungkinan yang akan menerima suntikan hanya sebagian saja.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya