Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dua YouTuber Bule Ditendang Keluar Dari Bali Setelah Ngeprank Petugas Dengan Masker Palsu

SABTU, 01 MEI 2021 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua YouTuber asing harus rela diusir dari Bali akibat perbuatannya yang melecehkan petugas.

Josh Paler Lin asal AS, dan pasangannya, Leia Se dari Rusia, diminta segera angkat kaki dari pulau resor Bali pada Jumat (30/4), setelah videonya yang mengelabui petugas keamanan di Bali viral.

Leia Se yang juga dikenal dengan nama Lisha, melukis bagian wajahnya sehingga nampak seperti menggunakan masker.


Klip video yang dibuat oleh Josh dan Lisha itu diposting dua minggu lalu, menunjukkan dua penjaga supermarket yang tertipu dengan masker bedah yang dicat seolah-olah itu adalah sungguhan.

Dalam video yang nampaknya telah dihapus dari media sosial sang YouTuber itu memperlihatkan seorang petugas keamanan sebuah supermarket di Bali yang menegur Lisha karena tak mengenakan masker.

Josh adalah pemegang paspor Taiwan yang saluran YouTube-nya mengkhususkan diri pada video lelucon dan diikuti oleh 3,4 juta penggemar, sementara pasangannya Lisha memiliki lebih dari 25.000 pengikut di Instagram.

Bali menatapkan aturan, pelanggar wajib masker akan menghadapi denda 1 juta rupiah untuk orang asing dan dilakukan deportasi setelah pelanggaran kedua. Untuk Josh dan Lisha, walau baru satu kali melakukan pelanggaran, langsung dimita keluar dari pulau itu karena dianggap memprovokasi.

“Sudah sewajarnya menjatuhkan sanksi yang lebih berat, tidak hanya denda tapi juga deportasi,” kata Kapolsek Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, seperti dikutip dari AP, Jumat (30/4).

"Mereka tidak hanya melanggar, tapi dengan sengaja memprovokasi di depan umum untuk melanggar pedoman kesehatan," ujarnya.

Pasangan itu sebenarnya telah menunjukkan penyesalan dan meminta maaf melalui video Instagram Paler.

"Saya membuat video ini untuk menghibur orang karena saya pembuat konten dan tugas saya adalah menghibur orang," kata Paler.

"Namun, saya tidak menyadari bahwa apa yang saya lakukan sebenarnya bisa membawa banyak komentar negatif," katanya, seraya menasihati masyarakat untuk selalu memakai masker dan mengajak semua orang untuk membantu Bali untuk memajukan kembali pariwisatanya.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali, Jamaruli Manihuruk, mengatakan Parler dan Leia akan dideportasi secepatnya setelah menjalani tes Covid-19.

"Orang asing yang tidak menghormati hukum dan peraturan di Indonesia akan dikenakan sanksi deportasi," kata Manihuruk. Dia mengatakan Parler dan Leia akan ditempatkan di sel tahanan di kantor imigrasi sambil menunggu penerbangan mereka.

Pada bulan Januari, pihak berwenang di Bali mendeportasi Sergei Kosenko, seorang selebriti media sosial Rusia, setelah dia memposting video dirinya sedang mengendarai sepeda motor dengan seorang penumpang wanita di belakang dermaga ke laut.  

Aksi akrobat itu dikutuk oleh banyak orang Indonesia sebagai tindakan sembrono dan berpotensi berbahaya bagi lingkungan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya