Berita

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam/RMOL

Pertahanan

Penetapan KKB Teroris Memperburuk Situasi Keamanan Papua, Begini Analisanya

SABTU, 01 MEI 2021 | 05:33 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Penetapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai terorisme dinilai memperburuk situasi keamanan wilayah dan masyarakat di Bumi Cendrawasih.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (1/5).

Kata Umam, jika berkaca pada pola pendekatan Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, maka konflik Poso pasca-reformasi, seolah tidak selesai-selesai.


Operasi Tinombala melibatkan Satuan Tugas Gabungan TNI-Polri untuk menumpas kelompok teroris Muhajidin Indonesia Timur (MIT).  

"Pendekatan kontra-terorisme tidak membuka ruang dialog antara negara dengan teroris. Sementara konteks keamanan di Papua, sangat berbeda dengan tantangan teroris pada umumnya di tanah air," demikian kata Umam, Sabtu (1/5).   

Dijelaskan Umam, latarbelakang konflik dan kekerasan di Papua ini sangat berbeda.

Dengan demikian, untuk menyelesaikan gejolak keamanan akibat desakan referendum dan disintegrasi ini, maka pola pendekatan preventif harusnya lebih diutamakan oleh pemerintah.

Menurut Umam, menyelesaikan konflik di Papua tidak sepatutnya dengan pendekatan teknokratis. Misalnya, dengan pemberlakukan otonomi khusus.

Pandangan Umam, cara seperti itu terbukti kurang efektif. Bahkan masyarakat lokal merespons berbagai program pembangunan infrastruktut dianggap memfasilitasi pengangkutan sumberdaya alam ke luar wilayahnya.

"Pemerintah seharusnya juga benar-benar lebih intensif mendekati masyarakat Papua dengan hati, dengan menyentuh sentimen kultural berupa aspek-aspek kebudayaan dan kemanusiaan yang lebih sensitif bagi mereka," demikian kata Umam.

Analis yang juga Dosen Politik Universitas Paramadina itu melihat tingginya rasa sensitivitas masyarakat Papua belakangan ini mengindikasikan adanya perasaan ketidakadilan yang tinggi di hati mereka.

Sebabnya bisa berbagai macam, diantaranya akibat praktik marjinalisasi, diskriminasi dan juga kekerasan yang mungkin pernah mereka dengar, atau lihat dan rasakan.

"Pemerintah sebaiknya lebih mengintensifkan pendekatan yang memiliki muatan kemanusiaan, kebudayaan, dan kebebasan berpendapat, agar masyarakat Papua bisa mengekspresikan identitas kultural mereka. Intinya, negara harus lebih “mengorangkan” masyarakat Papua," demikian analisa Umam.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris, sikap ini menyusul serangkaian penyerangan yang dilakukan oleh kelompok itu.

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris. Ini sesuai dengan ketentuan UU 5/2018," kata Mahfud Md dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Kamis (29/4).

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Purbaya Soal THR Swasta Kena Pajak: Protes ke Bos Jangan ke Pemerintah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:35

Immoderma Clinic Hadirkan Remee Pro, Teknologi Baru Injector Skinbooster

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:28

Keterlibatan di BoP, Indonesia Jangan Terjebak Langgam Donald Trump

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:54

Ketika Risiko Bisnis Dipidanakan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:19

Digelar di Palu, Muswil DPW PPP Sulteng Lancar dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:35

Komisi I DPR: Pemerintah Harus Konsisten Jalankan Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:13

Maskapai Saudia Mulai Buka Penerbangan Tujuan Dubai

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:59

Perempuan Bangsa Soroti Keselamatan Anak dan Lansia Saat Mudik

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:44

Purbaya Sudah Cairkan THR Pensiunan Rp11,4 Triliun, ASN Pusat Baru Rp3 Triliun

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:26

Pendapatan PGAS Naik Jadi 3,98 Miliar Dolar AS di 2025

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:07

Selengkapnya