Berita

Penandatangan Kesepakatan Bersama (KB) Jual Beli Gas antara PT Energasindo Heksa Karya (EHK) dengan Jindi South Jambi B Co. Ltd. (Jindi)/Net

Bisnis

Jalin Kesepakatan Dengan Jindi, Rukun Raharja Dapat Alokasi Gas 12 BBTUD Di Pulau Sumatera

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 13:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

PT Energasindo Heksa Karya (EHK) telah menandatangani Kesepakatan Bersama (KB) Jual Beli Gas dengan Jindi South Jambi B Co. Ltd. (Jindi). Penandatanganan KB tersebut dilaksanakan di Jakarta pada 19 April 2021.

PT Energasindo Heksa Karya (EHK) adalah anak usaha PT Rukun Raharja, Tbk salah satu perusahaan migas terkemuka.

Direktur Utama PT Rukun Raharja, Djauhar Maulidi mengatakan, KB ini akan menjadi dasar Kerjasama antara EHK dan Jindi sebelum dikeluarkannya surat persetujuan alokasi gas dan harga gas dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) oleh EHK dan Jindi.


Dengan ditandatanganinya KB tersebut, EHK telah resmi mendapatkan alokasi gas baru sebesar 12 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD), sehingga total alokasi gas yang dimiliki EHK di Pulau Sumatera sampai dengan tahun 2021 ini adalah sebesar 26 BBTUD.

KB/PJBG antara EHK dan Jindi ini berlaku untuk masa kerjasama selama 20 tahun atau sampai dengan tahun 2040. Dalam mengakomodasi penambahan alokasi gas tersebut EHK akan bekerjasama dengan PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). TGI sudah lebih dari 10 tahun menjadi mitra EHK dalam pengaliran gas milik EHK di Pulau Sumatera.

Djauhar Maulidi menyampaikan, kinerja Perseroan tahun 2020 lalu mengalami penurunan akibat dari pandemi Covid-19, oleh karenanya tahun ini pihaknya terus mencari kontrak baru agar dapat mendongkrak kinerja 2021.

"Alokasi gas ini nantinya akan didistribusikan di Pulau Sumatera dengan target market yaitu industri pulp & paper di Jambi, mensuplai kekurangan pasokan gas untuk PLN di Purwodadi dan potensi CNG di Sumatera," kata dia, Jumat (30/1).

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya