Berita

Seekor anjing menggerogoti tubuh korban COVID-19 di luar krematorium Hindon, di Ghaziabad/Net

Dunia

Jenazah Covid-19 India Digerogoti Anjing Liar Saat Antrian Panjang Untuk Kremasi, Aparat Akan Pagari Lokasi

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 12:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Betapa pilu hati sebuah keluarga asal Hindon, India, ini. Salah satu anggota keluarganya meninggal karena Covid-19 beberapa hari lalu. Namun, yang lebih menyakitkan adalah saat mengetahui bahwa jenazah digerogoti anjing liar saat menunggu antrian kremasi yang begitu panjang.

Diberitakan oleh The Hindu, almarhum dipekerjakan sebagai petugas di pengadilan hakim Distrik Ghaziabad dan dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis pekan lalu. Setelah mengalami masalah pernapasan, dia dirawat di rumah sakit sipil.

Salah seorang koleganya mengatakan pasien sedang dalam perawatan dan kondisinya semakin memburuk. Dia pun segera dirujuk ke Santosh Medical College pada Sabtu (24/4) malam. Setelah dirawat, kondisinya lebih baik, dengan oksigennya mencapai 80 dari yang semula hanya 40.


Berita ini membuat lega keluarga. Namun, pada tengah malam, kadar oksigennya kembali turun menjadi 30.

Pada jam 1 pagi di hari Minggu, dia menderita serangan jantung dan dokter menyatakan dia meninggal.

Rumah sakit menyerahkan jenazah kepada keluarga sesuai dengan protokol Covid-19 dengan membungkusnya dalam kotak APD dan dibungkus plastik.

Di krematorium, keluarga harus menunggu antrian panjang untuk mendaftar. Keluarga tiba pukul 8 pagi di Krematorium Hindon, dan mendapat kabar bahwa mereka baru bisa mendapat 'token' pada jam 10 pagi.

Itu hanya menunggu pendaftarannya, bukan menunggu untuk antrian kremasi. Keluarga pasien yang meninggal terpaksa harus melalui panjangnya saat-saat yang melelahkan di krematorium dengan antrian yang bisa mencapai 24 jam.  

Dalam seharinya, rata-rata krematorium di beberapa kota di India melakukan kremasi 40-50 jenazah, sejak wabah Covid-19 menjadi tsunami bagi negara itu. Setiap lima menit ada satu orang yang meninggal.

Anggota keluarga meletakkan jenazah dalam deretan antrian panjang, lalu mereka pergi untuk berteduh karena teriknya matahari.

Seorang staf krematorium mengabarkan bahwa giliran mereka adalah  pukul 6 sore.

Sekitar pukul 2 siang, seorang pejalan kaki memberi tahu bahwa seekor anjing sedang menggerogoti jenazah yang sedang mengantri, bahkan hingga menggerogoti wajahnya. Mendengar itu, semua keluarga yang sedang berteduh, bergegas ke antrian, mencari tahu jenazah siapa yang dimaksud.

"Kami menemukan bahwa seekor anjing telah merobek perlengkapan APD tubuh jenazah anggota keluarga kami, dan memakan sebagian wajahnya. Kami sangat sedih, segera mengangkat masalah ini dengan staf administrasi distrik di Hindon. Karena sebab iu, akhirnya jenazah segera dikremasi pada  pukul 15.30,” kata aanggota keluarga asal Hindon ini, yang memohon agar tidak disebutkan namanya.

Orang-orang di Hindon, terutama mereka yang berduka dalam antrian untuk kremasi, melancarkan protes dan menuntut intervensi segera dari aparat terkait.

Pihak terkait berjanji akan memagari daerah tersebut untuk mencegah masuknya hewan liar.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya