Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengamat: Laporan UE Soal Tudingan Disinformasi Vaksin Oleh China Dan Rusia Bagaikan Maling Teriak Maling

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pengamat angkat bicara mengenai laporan yang dirilis oleh European External Action Service (EEAS) yang menuding bahwa China dan Rusia mengendalikan media untuk menjelekkan vaksin Barat.

EEAS dalam laporannya mengatakan bahwa media yang dikendalikan China dan Rusia menargetkan vaksin Barat, dengan memperkuat konten pada efek samping dari vaksin tersebut. Tujuannya untuk memicu suasana anti-vaksinasi di Eropa.

EEAS juga menuding bahwa media dari kedua negara melakukan hal itu untuk memperkuat promosi vaksin buatan China dan Rusia dan mendesak masyarakat agar menggunakan vaksinnya tersebut.


Menanggapi laporan EEAS itu, para pengamat di Beijing menyebutnya sebagai ‘maling teriak maling’. Laporan itu berisi tudingan sambil mengabaikan fitnah Barat yang tidak masuk akal tentang China, yang tidak terbatas hanya pada masalah terkait Covid-19.

Misi China untuk UE juga telah menanggapi laporan terbaru EEAS tersebut, dengan mengatakan: “Sebuah laporan disinformasi yang tidak memiliki dasar faktual, dengan sendirinya merupakan contoh dari disinformasi.”

Li Haidong, seorang profesor di Institut Hubungan Internasional Universitas Urusan Luar Negeri China, mengatakan bahwa justru media Barat-lah yang melaporkan masalah keamanan vaksin Barat terlebih dahulu, dan laporan media China didasarkan pada hal itu.

“Jika laporan media China adalah disinformasi, berarti begitu juga laporan media Barat. Dengan menuduh media China, sebenarnya mereka melakukan pukulan mereka sendiri di wajah,” kata Li, seperti dikutip dari Global Times, Jumat (30/4).

“Beberapa media dan politisi Barat dengan motif tersembunyi telah memfitnah China sejak awal epidemi, yang mencerminkan motif tersembunyi untuk menekan China,” Li menambahkan.

Sementara itu, ahli analisis data dari Universitas Wuhan di Provinsi Hubei, Li Baiyang mengatakan bahwa sebagian besar kasus disinformasi yang dikumpulkan oleh EUvsDiSiNFO, database tempat laporan EEAS dirilis, berasal dari media Barat dan AS.

“Tuduhan terhadap Rusia dalam laporan itu penuh dengan tujuan politik dan tuduhan terhadap China itu tidak dapat dipertahankan karena laporan media China yang tercantum dalam laporan UE mengutip data dan kasus yang dilaporkan oleh media Barat,” katanya.

Menurut pengamat, dari sejumlah pemberitaan media dan politisi Barat yang dinilai memojokkan China, justru menunjukkan negara itu sebagai korban fitnah, bukan sebaliknya.

“China paling menderita akibat disinformasi tentang Covid-19 dan vaksin,” kata Li Baiyang.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya