Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net

Dunia

Rusia: Percayalah, AS Tidak Akan Berperang Demi Ukraina Di Donbas

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 12:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia meyakini bahwa meskipun Amerika Serikat (AS) terlihat garang membela Ukraina, mereka tidak akan berperang demi Ukraina untuk masalah Donbas.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pernyataan terbarunya menegaskan bahwa hanya Barat yang memiliki pengaruh nyata terhadap kepemimpinan Ukraina.

Dalam sebuah wawancara bersama kantor berita Rusia, RIA, pada Rabu (28/4), Lavrov mengatakan bahwa tidak ada gunanya berilusi bahwa AS akan membantu Ukraina.


"Tidak ada gunanya mengandalkan bantuan militer Amerika Serikat. Ini selalu diketahui semua orang. Jika ada yang berilusi bahwa bantuan semacam itu akan datang, nah, penasihat semacam itu tidak berguna dalam pemerintahan mana pun, termasuk pemerintah (Presiden Ukraina) Tuan (Volodymyr) Zelensky," kata Lavrov, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (28/4).

Lavrov menambahkan bahwa tanggung jawab utama untuk penyelesaian Ukraina saat ini terletak pada Barat karena mereka memiliki 'pengaruh nyata' pada kepemimpinan Ukraina dan dapat membuatnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melaksanakan Perjanjian Minsk.

"Tanggung jawab utama terletak pada Barat karena hanya Barat yang dapat membuat Zelensky melakukan apa yang ditandatangani pendahulunya" lanjut Lavrov.

"Dan apa yang ditandatangani Zelensky juga, ketika pada Desember 2019 di Paris dia mengonfirmasi bersama dengan presiden Rusia, Prancis, dan kanselir Jerman bahwa di sana tidak ada alternatif untuk Perjanjian Minsk," kata Lavrov.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya