Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kelompok Bersenjata Serang Sejumlah Desa Di Burkina Faso, 18 Warga Sipil Tewas

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 11:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekerasan berdarah terhadap warga sipil di wilayah Sahel, Burkina Faso, kembali terjadi. Sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas dalam serangan terbaru yang dilakukan gerombolan bersenjata di beberapa desa.

Gubernur Sahel, kolonel-mayor Salfo Kabore, mengatakan pada Rabu (28/4), orang-orang bersenjata pada Senin (25/4) sekitar pukul 7 malam (waktu setempat) melakukan serangan di desa-desa di komune Seytenga, provinsi Seno, dan melakukan intimidasi, penjarahan, dan pembunuhan terhadap warga sipil.

"Korban awal adalah 18 orang tewas dan satu lainnya cedera saat ini dalam perawatan di pusat rumah sakit di Ouagadougou," katanya dalam rilis resmi, seperti dikutip dari CGTN, Kamis (29/4).


Pengumuman serangan itu datang setelah pernyataan pemerintah pada Selasa mengatakan tiga orang Eropa ditemukan tewas dalam serangan lain setelah mereka dinyatakan hilang pada hari Senin.

Dua wartawan Spanyol dan seorang warga negara Irlandia serta seorang warga Burkina Faso hilang setelah orang-orang bersenjata menyerang unit gabungan anti perburuan di timur Burkina Faso.

Sejak 2015, serangan teroris berulang kali terjadi di Burkina Faso. Pada 31 Maret 2021, negara itu telah mendaftarkan 1.147.699 orang terlantar di seluruh negeri karena masalah tersebut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya