Berita

Pekerja merakit peralatan di bengkel perusahaan manufaktur di Qingzhou, Provinsi Shandong, Tiongkok timur/Net

Dunia

Sempat Dihantam Pandemi, Keuntungan Industri China Naik Lewati Angka 130 Persen

RABU, 28 APRIL 2021 | 09:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri China berangsur-angsur pulih sejak dihantam pandemi awal tahun lalu, bahkan data terbaru menunjukkan bahwa keuntungan industri negara itu melonjak 137 persen tahun ke tahun selama periode Januari-Maret menjadi sekitar 1,83 triliun yuan (281,3 miliar dolar AS).

Menurut data dari Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis pada Selasa (27/4), menunjukkan bahwa itu tak lepas dari permintaan bahan baku melonjak seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi.

Pada bulan Maret, keuntungan perusahaan industri utama China tercatat naik menjadi 711,18 miliar yuan dengan peningkatan 92,3 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, ketika ekonomi terpukul keras oleh epidemi Covid-19.


"Pertumbuhan tajam laba industri pada kuartal pertama terutama didorong oleh meroketnya laba yang dihasilkan di sektor manufaktur bahan baku," menurut Zhu Hong, ahli statistik senior dari NBS, seperti dikutip dari CGTN, Rabu (28/4).

Karena harga komoditas curah naik dan permintaan meningkat, marjin dalam industri manufaktur bahan mentah menunjukkan tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun sebesar 434 persen, memberikan kontribusi sebesar 51,5 poin persentase dari pertumbuhan laba industri secara keseluruhan pada kuartal pertama.

Sementara, Wang Dan, kepala ekonom Hang Seng Bank China mengatakan kenaikan keuntungan terjadi karena meningkatnya permintaan barang-barang yang diproduksi di China.

"Keuntungan industri pada kuartal pertama melebihi tingkat sebelum Covid dengan selisih yang besar, terutama didorong oleh meningkatnya permintaan global untuk barang-barang yang diproduksi di China," katanya.

Wang memperkirakan permintaan eksternal yang tinggi tersebut akan bertahan setidaknya hingga kuartal ketiga dengan peluncuran paket stimulus utama di AS dan UE. Dia juga mengatakan kebangkitan Covid-19 di India akan meningkatkan kapasitas produksi untuk beralih ke China, termasuk kain dan suku cadang mobil.

"Keuntungan dan produksi pasca-Covid semakin terkonsentrasi di perusahaan industri terkemuka, yang telah mendorong pertumbuhan laba di atas skala," kata Wang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya