Berita

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua/Net

Pertahanan

Kontak Tembak TNI-Polri Dengan KKB Di Kabupaten Puncak Kembali Terjadi, Satu Anggota Brimob Tewas

RABU, 28 APRIL 2021 | 01:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kontak tembak kembali terjadi antara TNI-Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Mauberi, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (27/4).

Dalam kontak tembak tersebut, satu anggota Brimob yakni Bharada Komang meninggal dunia. Selain itu terdapat dua anggota lainnya, yakni Bripka Muhammad Saifuddin (anggota Polres Mimika) dan Ipda Anton (anggota Brimob) mengalami luka tembak.

Kabar ini dibenarkan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri, saat dikonfirmasi melaui sambungna telpon, Selasa malam (27/4).


"Memang benar terjadi kontak tembak, sekitar pukul 11.30 WIT. Satu anggota kita gugur dan dua lainnya terluka. Proses evakuasi sedang berlangsung,” ungkap Fakhiri.

Lebih lanjut, Fakhiri mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengidentifikasi kelompok KKB yang melakukan ontak tembak teresebut. Karena aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran dan sebagian melaksanakan evakuasi korban.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suristiawa, juga membenarkan terjadinya kontak tembak tersebut.

"Ya informasinya ada kontak tembak. Informasi awal yang kami terima tiga rekan dari Kepolisian menjadi korban dalam kontak tersebut,” ucapnya melalui sambungan telpon terpisah.

Kolonel Suriastawa menegaskan aparat gabungan TNI-Polri akan terus melakukan tindakan tegas kepada KKB, sebagai tugas pengabdian menjaga kedaulatan negara dan melindungi masyarakat Papua dari aksi-aksi kebrutalan KKB.

"TNI-Polri tidak akan gentar menghadapi KKB meskipun nyawa taruhannya. Ini menjadi wujud pengaddian yang tidak main-main dari prajurit TNI-Polri terhadap saudara-saudara kita di Papua,” tutup Kolonel Suriastawa.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya