Berita

Kapal Selam KRI Nanggala-402/Net

Bisnis

Pengelolaan Anggaran Pertahanan Too Little Too Slow, Hidayat Matnoer: Belum Fokus Modernisasi Alutsista

SELASA, 27 APRIL 2021 | 03:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tragedi tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 menuntut pemerintah mengevaluasi pengelolaan anggaran pertahanan, khususnya yang terkait dengan pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia.

Pengamat ekonomi Narasi Institute, Achmad Nur Hidayat menyatakan, dalam evaluasi musibah KRI Nanggala, anggaran pertahanan 2021 yang dikelola Menhan Prabowo belum fokus modernisasi alutsista Indonesia.

"Melihat musibah KRI Nanggala dan ketiadaan deep sea rescue nasional menunjukan Indonesia belum memiliki sistem ketahanan yang kompetitif dibandingkan negara tetangga,"ujar sosok yang kerap disapa Hidayat Matnoer ini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (27/4).


Achmad Nur Hidayat mengatakan, anggaran untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia jauh lebih kecil dari rata-rata dunia. Yaitu, anggaran pertahanan Indonesia 2021 sebesar Rp 137,3 triliun atau hanya sekitar 0,77 persen dari PDB 2021 (asumsi PDB 2021 Rp 17,656 triliun).

Menurutnya, anggaran pertahanan Indonesia tersebut dibawah standar minimal 1,2 persen, bahkan negara-negara maju memiliki anggaran pertahanan di atas 3 persen dari PDB yaitu AS 3,2 persen, Rusia 3,9 persen, Arab Saudi 8,8 persen, Israel 4,3 persen persen dan Singapura 3.5 persen.

Hidayat melihat anggaran peremajaan alutsista melalui Kemenhan sudah dinaikan dari tahun ke tahun. Namun kenaikannya too little and too slow.

"Sebut saja misalnya tahun 2020, anggaran Kemenhan telah mencapai Rp 131,2 triliun. Alokasi anggaran ini sudah naik Rp 21,6 triliun dari tahun 2019 yang sebesar Rp 109,6 triliun. Anggaran tahun 2021 sudah naik menjadi Rp 137,3 triliun. Anggaran 2021 kini sudah menjadi Rp137,3 triliun," paparnya.

"Namun secara rerata kenaikan tersebut too little dan too slow sehingga tidak dapat diandalkan untuk perubahan modernisasi alutsista yang diharapkan publik” tambah Achmad Nur Hidayat.

Maka dari itu, dia berharap ada upaya dari pemerintah melakukan peremajaan alutsista yang lebih terencana terhadap perangkat perang yang prioritas perlu di upgarde.

“Sementara ini, belum ada laporan yang publik ketahui, berapa banyak kapal atau pesawat yang usianya sudah melampaui yang perlu diganti, Ini publik gelap sehingga tidak bisa mengawasi penggunaan anggarannya” Ujar Hidayat.

Lebih lanjut, Achmad Nur Hidayat juga meminta agar masalah transparansi dan akuntabilitas anggaran alutsista di Kemenhan bisa dilakukan. Sebab dia menilai, publik belum pernah mendapatkan informasi utuh dan menyeluruh.

"Sehingga publik berkesimpulan bahwa pengadaan Alutsista sudah dalam penggunaan yang benar. Harus diakui, publik tidak mengetahui banyak bagaimana penggunaan anggaran di Kemenhan dikelola," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya