Berita

KRI Nanggala-402 yang tenggelam bersama 53 ABK/Net

Politik

Jika Ingin Jadi Tentara, Anak Prajurit KRI Nanggala-402 Harus Mendapat Prioritas Pemerintah

SENIN, 26 APRIL 2021 | 22:17 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Kabah (PP GPK) Thobahul Aftoni mengajak semua warga Indonesia untuk mendoakan arwah prajurit yang gugur bersama tenggelamnya Kapal Selam Nanggala 402 di perairan utara Bali.

Ia menyebut para prajurit tersebut telah berjuang menjaga kedaulatan bangsa.

Kata Aftoni, pengorbanan para pejuang bangsa itu telah rela jauh dari keluarga dan memasuki laut dalam yang cukup berbahaya.


Aftoni meyakini apa yang dilakukan para pejuang KRI Nanggala-402 adalah pengobaran untuk menjaga keutuhan negara.

“Mereka adalah para pejuang pembela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gugur dalam menjalankan tugas negara adalah syahid. Apalagi bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Surgalah tempatnya,” kata Aftoni, Senin (26/4).

Aftoni menambahkan, patroli yang dilakukan para prajurit kapal selam sangat penting dalam menjaga NKRI.

Mereka bisa melakukan deteksi dini jika ada tentara negara lain yang hendak masuk ke Indonesia secara ilegal. Mereka pun bisa melakukan tindakan tegas jika ada indikasi pelanggaran kedaulatan yang dilakukan di sisi laut Indonesia.

“Gerakan Pemuda Kabah beserta seluruh bangsa Indonesia turut berduka cita. Semoga korban segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan ketabahan,” doanya.

Afthoni juga mengapresiasi langkah TNI menaikkan pangkat para pejuang yang gugur tersebut.

Ia juga berharap agar keluarga korban mendapatkan perhatian dan bantuan pemerintah. Terutama bantuan bagi pendidikan anak-anak prajurit tersebut.

“Pemerintah harus memberikan bantuan yang layak bagi keluarga korban. Anak-anak mereka perlu diperhatikan. Jika ada anak prajurit yang suatu hari nanti mau jadi tentara, khususnya kapal selam, mereka harus diprioritaskan,” pungkas Aftoni.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya