Berita

Ketum DPP GMNI, Arjuna Putra Aldiano/RMOL

Politik

Banyak Milenial Direkrut Teroris, GMNI: Program Deradikalisasi Hanya Berorientasi Proyek

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 11:47 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dewan Pimpina Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menyorot banyaknya kelompok milenial yang terlibat dalam aksi terorisme.

Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino menyampaikan bahwa perekrutan teroris saat ini mengincar generasi milenial.

Analisa Arjuna, generasi muda yang duduk di bangku Sekolah Menengah dan Perguruan Tinggi menjadi sasaran empuk bagi jaringan teroris untuk melakukan regenerasi.


Ia kemudian menyebutkan beberapa fakta, peristiwa pengeboman di sebuah gereja Katolik di Makassar, Sulawesi Selatan, pelakunya merupakan seorang pemuda kelahiran tahun 1995.

Selain itu, pelaku penyerangan Mabes Polri juga kelahiran tahun 1990-an, keduanya termasuk ke dalam generasi milenial.

Bahkan merujuk data BNPT, Arjuna mengatakan sekitar 500 orang telah bergabung dengan ISIS, yang sebagian besar adalah anak-anak muda.

“Banyak pelaku teroris kini justru generasi milenial, anak muda menjadi sasaran empuk jejaring terorisme untuk mempertahankan regenerasi," demikian kata Arjuna saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (23/4).

Dalam pandangan kader asal Yogyakarta ini, banyaknya anak muda yang bersimpati dengan ISIS semakin mengkhawatirkan karena banyak dari anak muda tersebut direkrut melalui media sosial. Bahkan mereka rela pergi ke Suriah untuk mewujudkan keyakinannya tentang kekhalifahan.

Banyak dari anak muda terpapar terorisme karena kerap mengkonsumsi konten berita mengenai propaganda ISIS di media sosial tanpa mengecek kebenarannya.

“Situs-situs yang berisi propaganda ISIS menjadi bacaan favorit anak muda”, lanjut Arjuna

Atas dasar hal itu, Arjuna menilai bahwa program deradikalisasi yang selama ini dicanangkan telah mengalami kegagalan.

Ia bahkan menyebutkan, program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah hanya berorientasi pada “proyek” semata.

“Selama ini program deradikalisasi semata-mata hanya menjadi proyek, tidak ada arah, perencanaan serta indikator yang jelas. Jadi sulit mencapai terget yang diinginkan. Artinya program deradikalisasi gagal," sambung Arjuna

Catatan Arjuna, sedikit sekali perhatian pemerintah terhadap deradikalisasi di kalangan anak muda. Banyak program pemerintah di bidang kepemudaan justru hanya menghabiskan anggaran.

Di mata Arjuna, pemerintah seharusnya memberikan perhatian serius terhadap kalangan milenial dengan program deradikalisasi. Tujuannya, mempersempit ruang perekrutan para teroris.

“Banyak program kepemudaan hanya sekedar menghabiskan anggaran, tidak ada yang menyasar pada deradikalisasi secara komprehensif," pungkas Arjuna.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya