Berita

Ilustrasi

Nusantara

Klaster Takziah, Satu RT Di Semarang Diberlakukan Lockdown

KAMIS, 22 APRIL 2021 | 21:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penyebaran Covid-19 pada klaster takziah kembali terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kali ini sebanyak 25 orang dalam satu RT di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, terkonfirmasi positif Covid-19.

Lurah Sampangan, Supono membenarkan, tentang warganya yang terpapar virus Covid-19. Menurutnya, warga RT 12 RW 1 terpapar usai pergi takziah ke Temanggung.


"Sekitar seminggu yang lalu ada sejumlah warga menggunakan dua mobil pergi ke Temanggung untuk takziah. Tapi mereka sembari rekreasi di Magelang. Setelah dari Magelang, mereka pulang dan tak lama kemudian ada yang dinyatakan positif Covid-19," ujar Supono dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Kamis (22/4).

Supono menambahkan, tiga hari usai acara takziah di luar kota, ada salah seorang warga RT 12 yang dinyatakan terpapar Covid-19. Selanjutnya, pihak kelurahan bersama puskesmas melakukan tracking dan dihasilkan 25 orang warga positif Covid-19.

"Dari yang terpapar itu, mereka ada yang diisolasi di rumah dinas walikota, ada yang isolasi mandiri di rumah pribadi, dan diisolasi di rumah sakit, jadi memang ada yang OTG dan bergejala," katanya.

Usai temuan kasus ini, RT 12 diberlakukan lockdown lokal dan dilakukan penyemprotan disinfektan secara rutin.

"Kami harap warga tidak bepergian jika tidak ada kepentingan yang mendesak," tegasnya.

Supono menambahkan, berdasar informasi terbaru, hari ini sudah ada dua pasien yang dinyatakan negatif usai menjalani isolasi.

"Alhamdulillah sudah ada yang negatif dua orang, semoga yang lainnya bisa segera negatif," pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya