Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Beijing: Invasi Jepang Ciptakan Malapetaka Besar Bagi Negara-negara Asia, Terutama China

SELASA, 20 APRIL 2021 | 06:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jubir Kemenlu China: Untuk Urusan Hak Asasi manusia, Jepang Maupun Amerika Berutang Budi Pada Rakyat China Dan komunitas Internasional

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengomentari pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, terutama yang menyangkut persoalan yang melibatkan Taiwan.

Menurut Wang, AS dan Jepang seharusnya merefleksikan dan memperbaiki kesalahan mereka sendiri dalam menyerang negara lain dan melanggar hak asasi manusia negara lain, alih-alih mencampuri urusan dalam negeri China dan membahayakan stabilitas regional.


“AS dan Jepang tidak mewakili komunitas internasional, dan tidak memiliki hak untuk menentukan tatanan internasional, belum lagi memaksakan standar mereka sendiri pada orang lain,” kata juru bicara Wang Wenbin, seperti dikutip dari Global Times, Senin (19/4).

“Kebebasan dan keterbukaan yang diadvokasi AS dan Jepang sebenarnya adalah pembentukan klik dan konfrontasi kelompok yang merupakan ancaman nyata bagi stabilitas kawasan,” kata Wang.

Pernyataan Wang merujuk pada pernyataan bersama yang dirlis Biden dan Suga pada Jumat (16/4), usai keduanya melakukan pertemuan di Washington, yang menyoroti aliansi AS-Jepang untuk ‘perdamaian dan keamanan’ di kawasan Indo-Pasifik dan menggambarkan China sebagai pengaruh negatif di wilayah tersebut.

Pernyataan itu juga mengatakan kedua negara ‘menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan’, menandai pertama kalinya Taiwan disebutkan dalam pernyataan para pemimpin AS-Jepang sejak 1969.

“Apa yang seharusnya dilakukan Tokyo dan Washington adalah merefleksikan dan mengoreksi kesalahan mereka sendiri terhadap invasi negara lain dan pelanggaran hak asasi manusia negara lain, alih-alih mencampuri urusan dalam negeri China dan melawan kebangkitan negara lain,” kata Wang.

Mengenai masalah hak asasi manusia, Wang mengatakan, bahwa Jepang dan AS berhutang budi kepada rakyat China dan komunitas internasional.

“Invasi Jepang yang dimulai pada abad terakhir menciptakan malapetaka besar bagi negara-negara Asia, terutama China,” kata Wang, mencatat bahwa bahkan sebagai negara yang kalah, masih ada suara dan perbuatan di Jepang yang mengagungkan invasi tersebut.

“Perang yang diprakarsai AS melawan negara lain telah mengakibatkan 800.000 kematian sejak 2001, 300.000 di antaranya adalah warga sipil,” kata Wang.

Wang juga menyinggung keputusan Jepang baru-baru ini yang akan membuang limbah radioaktif Fukushima ke laut.

“Masalah paling mendesak bagi Jepang saat ini adalah menanggapi secara serius kekhawatiran negara-negara sekitarnya dan komunitas internasional atas keputusannya untuk membuang air radioaktif ke laut dan mencabut keputusan tersebut demi kebaikan kesehatan semua orang,” demikan Wang.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya