Berita

Pernyataan Zulhas terkait wacana koalisi partai Islam di tahu 2024/Repro

Politik

Koalisi Partai Islam Di 2024 Menguat, Zulhas: Kontraproduktif, Trauma Ketegangan Pilpres Masih Terasa

JUMAT, 16 APRIL 2021 | 03:24 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkfili Hasan merespons upaya pembentukan poros koalisi partai Islam di tahun 2024 mendatang.

Zulhas mengatakan, upaya pembentukan poros itu justru kontraproduktif terhadapa upaaya rekonsoliasi nasional yang bermuara pada persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa.

Dalam penyampaian sikap melalui laman Instagram pribadinya itu, Zulhas kemudian menceritakan bagaimana pemilihan presiden (Pilpres) di tahun 2019 silam sarat sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA) dan politik aliran.


"Luka dan trauma yang ditimbulkan oleh ketegangan dan tarik menarik itu masih terasa. Rakyat masih terbelah, meskipun elite cepat saja bersatu. Buktinya capres dan cawapres yang menjadi lawan dari pasangan pemenang kini sudah bergabung," demikian keterangan Zulhas, Kamis (15/4) malam.

Dijelaskan Wakil Ketua MPR RI ini, saat ini PAN sedang berjuang membangun politik gagasan. Caranya adalah mengedepankan program sebagai substansi kerja politik.

Menurutnya hari ini seluruh elemen negara fokus memikirkan kesejahteraan rakyat. Selain itu, ide kesetaraan dan perumusan gagasan tentang kedaulatan harus menjadi komitmen bersama .

"Kita harus sama-sama berpikir bagaimana agar kita memiliki pemerintahan yang bersih, bagaimana memiliki hukum yang adil, bagaimana agar kita memiliki ekonomi yang setara, bagaimana agar kita tidak lagi bergantung pada impor pangan dari negara lain," demikian ulasab Zukhas.

Mantan Menteri Kehutana itu juga mengungkapkan bahwa PAN menggagas Islam yang substansial.

"Islam tengah (wasathiyah), ajaran Islam yang diterjemahkan ke dalam berbagai dimensi kehidupan. Gagasan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dalam bahasa Buya Hamka, Islam garam, bukan Islam gincu," pungkas Zulhas.

Wacana koalisi partai Islam di tahun 2024 mendatang muncul saat Rabu lalu (14/4) PKS dan PPP bertemu di kantor DPP PKS.

Pertemua dilakukan antara Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketum PPP Suharso Monoarfa. Mereka didampingi oleh masing-masing jajaran pengurus inti.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Perkuat Inovasi, Anak Usaha Pertamina Sabet Penghargaan CCSEA Enam Kali

Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:19

Tio Aliansyah Diadukan ke DKPP Gegara Ikut Helikopter Bareng Anggota KPU

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:55

Legislator Kebon Sirih Ingin jadi Batman Benahi Gotham City

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:35

173 Bandit Jalanan di Jadetabek Sukses Diringkus Polisi

Jumat, 22 Mei 2026 | 23:15

Kejagung Didesak Bongkar Pihak Terkait Bos Tambang di Kalbar Tersangka Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:53

Tata Kelola RSUD dr Soedarso Disorot, Utang Pengadaan Obat Tembus Rp29 Miliar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:49

Energy AdSport Challenge Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:47

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Komisioner Pertamina: Perempuan Jangan Takut Masuk Dunia STEM

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:15

Fraksi PKB Bakal Panggil Kapolda dan Kajati Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:12

Selengkapnya