Berita

Kepala Korlantas Polri, Irjen Istiono/Ist

Presisi

Jawa-Sumatera Dipampet, Pemudik Dijamin Tak Bisa Lolos Sekalipun Lewat Jalan Sekecil Tikus

SELASA, 13 APRIL 2021 | 21:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Jawa-Sumatera Dipampet Untuk Pemudik, Kakorlantas Polri: Jalan Tikus Yang Lebih Kecil Dari Tikus Kami Adang!

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri telah menetapkan 333 titik penyekatan untuk mencegah masyarakat yang nekat mudik pada lebaran 2021 ini.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Istiono menyebutkan, 333 titik penyekatan itu mulai dari Provinsi Lampung, seluruh Jawa, hingga Pulau Bali.


"Jakarta menuju Jawa, Jakarta menuju Sumatera sudah kami sekat, pos sudah kami bangun," ujar Istiono di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (13/4).

Dengan penyekatan itu, Istiono menjamin para pemudik bandel yang memaksakan diri tidak akan bisa lolos. Tak hanya, polisi juga sudah mengantisipasi jalan-jalan alternatif atau jalan tikus yang biasa digunakan untuk mengelabuhi petugas.

"Saya jamin tidak bisa lolos, jalan tikus yang lebih kecil daripada tikus akan kami adang," tegasnya diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta.

Istiono juga menyebut jumlah pos penyekatan tahun ini bertambah dari tahun lalu, tahun lalu terdapat 146 pos sekat, saat ini bertamah 187 menjadi 333 pos sekat.

Bertambahnya pos sekat diharapkan dapat membuat masyarakat tidak berusaha mencari jalur tikus, sebab bagi mereka yang ketahuan akan diputar balikan menuju lokasi awal.

Dalam kesempatan tersebut, Istiono juga memperingatkan para angkutan umum gelap untuk tidak main-main dengan melanggar aturan yang sudah ditetapkan.

"Ini operasi kemanusiaan, tindakan kita persuasif, humanis, hanya putar balik arah, kita berharap kesadaran masyarakat," pungkasnya.

Diketahui, pemerintah memberlakukan larangan mudik Lebaran mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Perjalanan nonmudik pada tanggal tersebut harus menunjukkan surat izin keluar masuk (SIKM).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya