Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Perang Saling Hujat Pelanggaran HAM

MINGGU, 11 APRIL 2021 | 09:41 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KANTOR Berita Antara memberitakan bahwa Kantor Berita Dewan Pemerintahan China akan menerbitkan laporan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Amerika Serikat sepanjang tahun 2020.

Dalam pernyataan resmi di Beijing, Senin, dewan kabinet China itu menjelaskan dokumen berjudul “Laporan Pelanggaran HAM di Amerika Serikat pada tahun 2020” berisi fakta-fakta penanganan pandemi oleh pihak tidak berkompeten di Washington hingga menimbulkan peristiwa yang tragis, kekacauan demokrasi  di AS.

Hal itu menyebabkan tidak menentunya situasi politik, penderitaan etnis minoritas akibat diskriminasi rasial dan sosial yang berkelanjutan hingga menyebabkan kerusuhan yang mengancam keamanan publik, meningkatnya
polarisasi antara si kaya dan si miskin yang memperburuk ketimpangan sosial, dan sikap AS yang melanggar aturan internasional hingga mengakibatkan bencana kemanusiaan.

polarisasi antara si kaya dan si miskin yang memperburuk ketimpangan sosial, dan sikap AS yang melanggar aturan internasional hingga mengakibatkan bencana kemanusiaan.

Pandemi


Pada tahun 2020, pandemi Covid-19 telah menjadi ancaman utama kehidupan umat manusia. Di AS, pandemi tidak terkontrol akibat tindakan yang gegabah, demikian laporan Kantor Berita China tersebut.

Dewan Pemerintahan China dalam laporan itu juga menyinggung bahwa AS menjadi rumah bagi 5 persen penduduk dunia dan AS menyumbang lebih dari seperempat kasus positif COVID-19 di dunia serta memberikan kontribusi hampir seperlima kasus kematian global akibat pandemi itu.

Lebih dari 500.000 jiwa warga AS kehilangan nyawa akibat COVID-19, demikian laporan tersebut. Laporan itu juga menyoroti kelompok etnis minoritas di AS yang mengalami diskriminasi rasial secara sistematis sehingga membawa mereka dalam situasi sulit.

Dalam laporan itu, China menuding AS sebagai pihak yang merusak keamanan dan stabilitas global sebagaimana dikutip Xinhua.

Perang Hujat


Tidak perlu diragukan lagi bahwa serangan hujat China terhadap pelanggaran HAM di Amerika Serikat merupakan serangan balik alias balas dendam terhadap serangan hujat Amerika Serikat terhadap pelanggaran HAM di China.

Sama halnya dengan serangan hujat Rusia terhadap pelanggaran HAM di Amerika Serikat merupakan balas dendam terhadap serangan hujat Amerika Serikat terhadap pelanggaran HAM di Rusia.

Baik yang menyerang mau pun diserang hanya melihat kuman di seberang lautan sementara tidak melihat gajah di pelupuk mata sendiri. Menarik bahwa ternyata kini pelanggaran HAM potensial berfungsi sebagai senjata perang-hujat antara negara-negara adikuasa.

Syukur alhamdullilah, sampai saat naskah ini ditulis tampaknya Indonesia belum dianggap sebagai negara adikuasa maka belum dianggap perlu untuk dihujat dengan serangan tuduhan pelanggaran HAM atas nama politik mau pun pembangunan yang terjadi di persada Nusantara tercinta.

Meski konon PBB sudah resmi protes atas pembangunan sirkuit balap mobil Mandalika tanpa kejelasan kebenaran mau pun kelanjutannya.

Namun di balik semua itu sebenarnya hadir keprihatinan rakyat miskin dan masyarakat adat yang kebetulan dipaksa untuk harus menderita digusur atas nama pembangunan secara melanggar agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati oleh negara-negara anggota PBB termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan infra struktur planet bumi abad XXI.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya