Berita

Presidium Ikadim Jazuli Juwaini/Ist

Politik

600 Doktor Manajemen UNJ Siap Berkontribusi Wujudkan Indonesia Emas 2045

SABTU, 10 APRIL 2021 | 15:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ikatan Doktor Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta (Ikadim UNJ) mengukuhkan presidium dan pengurus organisasi periode 2021-2025. Sebagai Presidium terpilih adalah Sri Puguh Budi Utami, Jazilul Fawaid, Jazuli Juwaini, dan Johansyah Anwa.

Selain mengukuhkan kepengurusan, Ikadim UNJ juga menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) menetapkan program kerja strategis untuk turut serta mengembangkan sumber daya manusia unggul Indonesia, di Hotel Sahid Jaya Jakarta pada Sabtu (10/4).

Ikadim UNJ menegaskan bahwa SDM dan manajemen unggul merupakan faktor utama kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu, 600an Doktor Ilmu Manajemen UNJ siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan elemen bangsa lainnya baik di dunia pendidikan, pemerintahan, swasta, maupun masyarakat sipil untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang bertepatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia.


Presidium Ikadim Jazuli Juwaini mengatakan, di balik kekayaan alam yang melimpah, belum dapat menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Sebaliknya, kata dia, angka kemiskinan masih tinggi, kesejahteraan belum merata, disparitas atau kesenjangan terjadi dimana-mana.

“Kami di Ikadim melihat problem utama bangsa kita adalah pada kualitas dan manajemen sumber daya manusia sebagai faktor utama kemajuan. Di tangan SDM unggul yang dikelola dengan manajemen unggul, kekayaan sumber daya alam dan potensi besar bangsa lainnya baru bisa melahirkan kemajuan,” ujar Jazuli.

Menurut Doktor Manajemen SDM ini, kelebihan SDM dan bonus demografi yang melimpah harus dikelola dengan baik dan benar, yakni melalui regulasinya benar, kebijakannya benar, implementasi kebijakannya juga harus benar.

“Ikadim ingin masuk dalam peran penguatan SDM dan manajemen unggul tersebut melalui kontribusi pemikiran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat yang riil melalui pendidikan, pelatihan, fasilitasi dan pendampingan program-program pengembangan SDM bangsa," pungkasnya. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya