Berita

Anwar Ibrahim/Net

Dunia

Pakatan Harapan Tunjuk Anwar Ibrahim Sebagai Calon PM Malaysia

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 16:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Koalisi oposisi Malaysia, Pakatan Harapan (PH) telah menunjuk Anwar Ibrahim sebagai calon perdana menteri untuk pemilihan umum berikutnya.

Penunjukan itu diumumkan dalam dokumen yang disebut "Port Dickson Resolution" yang dirilis koalisi pada Jumat (9/4).

"Mundurnya para pemimpin Pakatan Harapan di Port Dickson pada 8 dan 9 April memutuskan bahwa ketua Pakatan Harapan Datuk Seri Anwar Ibrahim akan memimpin kampanye pemilihan umum ke-15 dan kemudian ditunjuk sebagai calon perdana menteri Malaysia," bunyi dokumen itu, seperti dikutip Channel News Asia.


Dokumen itu juga berisi desakan kepada Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mendorong Yang Dipertuan Agung untuk mengumpulkan kembali parlemen dan mengakhiri keadaan darurat.

Pada Januari, Muhyiddin meminta Yang Dipertuan Agung untuk memberlakukan keadaan darurat karena lonjakan kasus Covid-19. Deklarasi tersebut telah menyebabkan parlemen ditangguhkan, sementara cabang eksekutif dan yudikatif terus berfungsi.

Selain itu, keadaan darurat juga membuat pemilu dikesampingkan.

Jika sesuai jadwal, pemilu Malaysia akan jatuh pada 2023. Tetapi Muhyiddin berkomitmen untuk melakukan pemilu cepat. Kendati begitu, pandemi Covid-19 membuat Muhyiddin melegitimasi pemerintahannya lebih panjang.

Pada September lalu, Anwar telah mengklaim memiliki mayoritas dukungan di parlemen untuk membentuk pemerintahan.

Dalam Port Dickson Resolution, PH menyebut siap untuk bernegosiasi dan bekerja sama dengan pihak mana pun.

"Kami akan memulai serangkaian roadshow ke negara bagian untuk memberi pengarahan kepada orang-orang tentang sikap Pakatan Harapan dan penawaran tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan ekonomi rakyat, stabilitas politik, dan krisis pandemi Covid-19," tambahnya.

Dokumen tersebut juga menyatakan bahwa PH adalah aliansi politik yang dinamis, demokratis dan pragmatis yang siap memikul tanggung jawab untuk memulihkan negara setelah pemilihan umum berikutnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya