Berita

Inisiator KAMI, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat/Net

Politik

Penjara HRS, Syahganda, Dan Jumhur Adalah Penjara Ketidakadilan

JUMAT, 09 APRIL 2021 | 08:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keberagaman pendapat yang ada di negeri ini bukan berarti pemerintah bebas memenjarakan siapapun dengan cara apapun. Keadilan, hukum, dan kebebasan berpendapat harus dijunjung tinggi dalam negara yang menganut demokrasi.

Begitu kira-kira pesan yang hendak disampaikan Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief lewat akun Twitter pribadinya.

“Sekali lagi keadilan adalah payung keberagaman,” tegasnya, Jumat (9/4).


Andi Arief lantas menyinggung kasus yang menimpa Habib Rizieq Shihab dan dua inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.

Di mana Habib Rizieq yang selama ini keras menentang pemerintah merupakan orang yang kali pertama diadili karena pelanggaran protokol kesehatan.

Sementara Jumhur dan Syahganda yang juga kerap mengkritik pemerintah dijerat kasus sebaran informasi bohong yang menyebabkan kerusuhan. Bahkan Syahganda menjadi satu-satunya orang yang dituntut 6 tahun penjara karena kasus informasi bohong.

Andi Arief menekankan bahwa ketiganya sedang mengalami ketidakadilan.

“Penjara HRS, Syahganda, Jumhur adalah penjara ketidakadilan. Mereka tahanan politik yang layak dibebaskan,” tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya