Berita

Pemberian bantuan secara simbolis dari Fraksi PKS DPR RI kepada masyarakat NTT dan NTB yang dilanda musibah bencana alam/Ist

Politik

Potong Gaji, Fraksi PKS Salurkan Bantuan Simbolis Kepada Masyarakat NTT Dan NTB

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 19:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, di ruang Fraksi PKS, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (8/4).

Hadir dalam acara perwakilan masyarakat NTT didampingi Pengurus Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) Bali dan Nusa Tenggara yang disambut langsung Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, Sekretaris Fraksi Ledia Hanifa Amalia, anggota Fraksi PKS yang juga Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Sahrul Aidi Maazat, dan Alifudin.

Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli dalam sambutannya mengucapkan duka mendalam bagi para korban bencana banjir di NTT dan NTB.


"Kami merasa prihatin dan duka mendalam atas bencana di NTT dan NTB yang menelan korban. Mudah-mudahan yang meninggal Allah terima segala amal baiknya dan yang mengalami luka-luka, Allah berikan kesembuhan," kata Jazuli.

Fraksi PKS sendiri mengambil kebijakan untuk memotong gaji anggota dewan dari pusat hingga daerah untuk membantu korban bencana alam di NTT dan NTB.

"Kita bantu secara serius, walau besarnya tidak seberapa, tapi ini secara riil kami lakukan untuk membantu korban bencana," lanjutnya.

Di sisi lain, Fraksi PKS berharap pemerintah bisa dengan baik dalam menangani bencana ini. Jangan ada yang mengambil kesempatan dalam kondisi bencana ini.

"Membantu saudara kita sebangsa dan setanah air tidak boleh melihat sukunya apa, bangsanya apa atau agamanya apa. Akan tetapi semua wajib kita bantu. Bingkainya adalah negara kesatuan republik Indonesia," tutup Jazuli.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya