Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto/Net

Politik

Pemerintah Sudah Susun Program Agar Lebaran Jadi Momentum Ekonomi Tumbuh Pesat

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 08:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2021 akan menjadi momentum tumbuhnya konsumsi masyarakat dalam rangka mencapai target ekonomi kuartal II 2021 tumbuh hingga 7 persen.

Laju ekonomi Indonesia di kuartal I 2021 ini diprediksi masih minus akibat pandemi. Atas alasan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo ingin momentum lebaran dimanfaatkan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional.

Jokowi, sambung Airlangga, ingin agar di kuartal II ekonomi kembali berada di posisi sebelum Covid-19 yang sebesar 5 persen. Artinya, ekonomi harus melaju hingga 7 persen.


Airlangga berharap faktor musiman seperti lebaran bisa mendongkrak perputaran ekonomi. Pemerintah, sambungnya, telah menyusun berbagai strategi untuk mendorong konsumsi masyarakat.

"Antara lain dengan mewajibkan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan swasta dan gaji ke-13 dan THR untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) dan TNI/ Polri," katanya kepada wartawan, Kamis (8/4).

Perkiraan pemerintah, pemberian gaji ke-13 akan mendorong konsumsi masyarakat hingga Rp 215 triliun.

Di satu sisi, pemerintah juga akan mempercepat penyaluran target output Perlindungan Sosial seperti Program Keluarta Harapan, Kartu Sembako hingga Bansos Tunai yang belum terpenuhi di kuartal I-2021. Realisasi program akan dilakukan pada April-Mei.

Sementara Kartu Sembako dicairkan dari Juni ke awal Mei sebelum Lebaran. Penyaluran program Perlinsos lainnya, diperkirakan akan berpotensi meningkatkan realisasi sebesar Rp 14,12 triliun.

Di akhir Ramadhan, pemerintah juga akan mengadakan Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas Ramadhan). Tepatnya pada H-10 sampai dengan H-6 Idul Fitri.

“Jadi pemerintah telah menyiapkan program untuk mendorong konsumsi masyarakat, yang dibarengi dengan berbagai program untuk meningkatkan daya beli masyarakat," ungkap Airlangga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya