Berita

Wasekjen DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan/Net

Politik

Sentil Moeldoko, Orang Dekat SBY: Agar Indonesia Jadi Negara Maju, Hentikan Beri Contoh Jadi 'Maling' Partai

KAMIS, 08 APRIL 2021 | 07:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah diminta bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat jika ingin Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045.

Permintaan itu sebagaimana disampaikan Wasekjen DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan menanggapi pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang optimis Indonesia bisa meraih cita-cita menjadi negara maju di tahun 2045.

Optimisme Moeldoko itu disampaikan saat dirinya menjadi pembicara Pelatihan Kepemimpinan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) secara daring dari Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (7/4).


Kata Moeldoko, untuk mencapai target tersebut diperlukan pertumbuhan ekonomi yang konsisten antara 5,7 persen sampai 6,2 persen per tahun.

Sementara bagi Ossy Dermawan yang juga staf pribadi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menjadikan Indonesia maju butuh keteladanan dari pemimpin.

Salah satunya keteladanan untuk tidak menjadi “maling” partai yang imbasnya kini dialami Partai Demokrat.

“Agar Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045, sebaiknya hentikan beri contoh kepada generasi penerus untuk menjadi “maling” partai,” tuturnya, Kamis (8/4).

Baginya tindakan pengambilalihan Partai Demokrat dengan jalan ilegal yang diinisiasi Moeldoko sama saja tindakan tidak beradab dan tidak mencerminkan kemajuan berpikir.

“Hal ini tidak beradab dan tidak mencerminkan kemajuan berpikir serta bertindak,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya