Berita

Dampak bencana banjir/Net

Politik

Jaringan Fiber Optic Putus, Telkom Minta Maaf Layanan Di NTT Terganggu

RABU, 07 APRIL 2021 | 10:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bencana longsor, banjir, dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur membuat layanan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) di mengalami gangguan pada 7 April 2021 per pukul 05.09 WIB.

Ganguan terjadi karena jaringan fiber optic ruas Maumere - Larantuka terputus. Di mana hal serupa sebelumnya terjadi pada ruas fiber optic Kupang - Soe akibat bencana longsor dan jembatan putus sehubungan dengan kondisi cuaca ekstrem.

Adapun daerah yang terdampak gangguan layanan adalah Atambua, Soe, Larantuka, dan Kalabahi. Sementara untuk layanan TelkomGroup di wilayah Kupang terpantau aman dan berjalan normal.


Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan atas terganggunya layanan TelkomGroup di sebagian wilayah NTT.

Dia memastikan bahwa pihak Telkom sudah mengirimkan teknisi ke lokasi jaringan yang terdampak bencana longsor untuk segera dapat dilakukan perbaikan.

“Namun mengingat kondisi medan yang cukup sulit dijangkau akibat jembatan putus dan kondisi jaringan yang terdampak, sehingga membutuhkan waktu untuk perbaikan. Kami juga mengirimkan bantuan teknisi dari Denpasar untuk mempercepat perbaikan jaringan agar segera kembali normal,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (7/4).

Pujo menambahkan, Telkom akan terus memonitor proses perbaikan layanan dan menyiagakan teknisi untuk mengamankan layanan di wilayah NTT lainnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan jalur alternatif sementara untuk mempercepat layanan dapat pulih kembali.

“Telkom turut berduka atas kondisi yang terjadi di NTT. Kami telah menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya kepada masyarakat terdampak. Mari kita berdoa agar kondisi cuaca ekstrem ini segera berakhir dan saudara-saudara kita di NTT dilindungi Allah SWT,” tutup Pujo.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya