Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto/Ist

Politik

Temuan ADB 30 Juta UMKM Bangkrut Jadi Alarm Kemenkop Berbenah

SELASA, 06 APRIL 2021 | 21:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Temuan Asian Development Bank (ADB) yang melaporkan 30 juta pelaku UMKM Indonesia bangkrut imbas Covid-19 selama tahun 2020 menjadi warning bagi pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) meski metodologinya masih debatable.

"Perlu waspada. Dugaan saya tidak sebesar itu (30 juta) tergantung metodologi penelitian. Tapi harus waspada karena memang 77% UMKM kita tidak punya keunggulan bersaing," kata anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto, Selasa (6/4).

Darmadi menekankan agar Kemenkop UKM memiliki basis data yang memadai terkait UMKM agar publik lebih percaya data pemerintah ketimbang pihak eksternal.


Oleh karenanya, politisi PDIP berpesan agar Kemenkop UKM memberi penjelasan dengan basis kajian ilmiah kepada masyarakat, bukan berdasarkan pada asumsi-asumsi berbasis emosional.

"Kemenkop enggak boleh pakai asumsi dan perkiraan dalam menentukan UMKM yang bangkrut. Harus ada research yang akurat," lanjut Bendahara Megawati Institute ini.

Ia kembali mengingatkan pemerintah untuk benar-benar memberi perhatian kepada pelaku usaha kecil. Sebab dari laporan para pengusaha kecil seperti warteg yang pernah berdiskusi dengannya, ada ribuan pengusaha gulung tikar.

"Saat perwakilan warteg yang tergabung dalam Kowantara bertemu kami, memang banyak warteg yang bangkrut. Bahkan angkanya sampai 20 ribu pelaku warteg sudah gulung tikar," ungkapnya.

Kemenkop UKM sendiri menepis hasil riset ADB yang menunjukkan puluhan ribu UMKM gulung tikar selama taun 2020. Deputi Usaha Mikro Kemenkop UKM, Eddy Satriya justru mempertanyakan survei yang dilakukan ADB.

"Sumber ADB itu respondennya hanya 1.200-an untuk studi terbatas. Jadi mungkin saya enggak tahu persis dari mana data itu," kata Eddy dalam konferensi pers virtual hari ini.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya