Berita

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate/RMOL

Politik

Peluang Usung Anies-Ganjar, Sekjen Nasdem: Kami Menghormati Semua Pihak

SENIN, 05 APRIL 2021 | 17:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hingga saat ini Partai Nasdem masih membuka peluang koalisi untuk berkontestasi di Pemilu 2024 mendatang, termasuk Pilpres 2024.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Nasdem, Johnny G Plate merespons kemungkinan pengusungan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di 2024 mendatang.

Diketahui, partai pimpinan Surya Paloh ini memang pernah memberikan dukungan kepada Gubernur DKi Jakarta tersebut. Johnny mengatakan, saat ini wacana 2024 masih menjadi perbincangan internal partai.


"Nasdem menggagas konvensi capres bersama mitra partai koalisi konvensi yang saat ini masih di pembicaraan di level pimpinan partai politik,” ucap Johnny kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (5/4).

Menteri Komunikasi dan Informasi ini mengatakan, munculnya nama-nama calon presiden yang bakal diusung Partai Nasdem dari opini publik tetap dihormati. Namun demikian, pihaknya belum mau berkomentar banyak.

“Di luar konteks konvensi capres belum saatnya untuk dikomentari karena akan sangat spekulatif. Kami menghormati semua hak politik calon pemimpin negara dan tidak ingin berspekulasi atas hal tersebut,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini Partai Nasdem tengah menjaga dan menghormati peran partai politik dari calon pemimpin nasional pilihan rakyat.

"Kami menjaga integritas calon kandidat konvensi dan menghormati peran politik calon-calon pemimpin nasional,” tandasnya.

Partai Nasdem sendiri dinilai berpeluang untuk mengusung Anies-Ganjar dalam Pilpres 2024 mendatang. Hal itu dikatakan pakar hukum tata negara sekaligus pengamat politik Indonesia, Refly Harun.

Dikatakan Refly, ada kemungkinan besar PDIP yang kini menguasai istana akan berkoalisi dengan Gerindra di 2024. Opsinya, bisa Prabowo Subianto-Puan Maharani, Puan Maharani-Sandiaga Uno, atau Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno.

Dengan demikina, bisa saja Nasdem yang kini berada di gerbong pemerintahan bisa keluar dan bergabung dengan koalisi nonpemerintah.

"Bukan tidak mungkin, tiba-tiba memasangkan Anies dan Ganjar. Wah, tambah besar peluangnya (menang)," ucap Refly Harun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya