Berita

Prancis merevisi target pertumbuhan ekonomi 2021 karena pemberlakukan lockdown/Net

Bisnis

Efek Lockdown Lagi, Prancis Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

MINGGU, 04 APRIL 2021 | 11:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Prancis telah merevisi target pertumbuhan ekonominya untuk 2021 karena kebijakan lockdown yang diambil pemerintah agar bisa mengontrol penyebaran virus.

Menteri Perekonomian Bruno Le Maire mengatakan, ekonomi Prancis akan tumbuh sebesar 5 persen untuk tahun ini, turun dari perkiraan pemerintah sebelumnya yaitu  6 persen.

Berbicara dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu (4/4_ Le Maire menjelaskan bahwa perkiraan baru itu bijaksana.


"Fundamental kami kuat. Kami akan mampu bangkit kembali," kata Le Maire, seperti dikutip Reuters.

Lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir membuat  sekolah dan toko non-esensial ditutup selama empat pekan. Sementara bar dan restoran memang sudah ditutup selama berbulan-bulan.

Seperti banyak negara di Eropa, Prancis telah mengucurkan miliaran euro untuk menopang perusahaan-perusahaan yang kesulitan dengan pinjaman yang didukung negara, bantuan dengan sewa, dan skema pengangguran parsial.

Kementerian Keuangan Prancis menjelaskan, pembatasan terbaru akan memaksa sekitar 150.000 bisnis tutup sementara, dan langkah-langkah bantuan pada April akan menelan biaya 11 miliar euro.

Prancis sendiri telah berulang kali menyerukan Uni Eropa untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi rencana stimulus ekonomi 750 miliar euro.

Data dari World O Meters per 4 April menunjukkan, Prancis sudah mencatat 4.741.759 kasus Covid-19, dengan 96.493 kematian.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya