Berita

Ahmad Yani resmi Ketum Partai Masyumi/Net

Politik

Partai Masyumi Reborn, Ahmad Yani Resmi Ketum Dan Abdullah Hehamahua Ketua Majelis Syuro

SABTU, 03 APRIL 2021 | 17:40 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Hari ini, Sabtu (3/4) yang merupakan Hari Mosi Integral M. Natsir atau Hari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Majelis Syuro Partai Politik Islam Indonesia Masyumi atau Partai Masyumi lahir kembali dan diketuai Abdullah Hehamahua dan Sekretaris Majelis Syuro Abbas Thaha mengumumkan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai.

Dalam Surat Keputusan Majelis Syuro yang dibacakan Abbas Thaha, yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Masyumi adalah Ahmad Yani dan Sekretaris Jenderal  TB. Massa Djafar.

"Pengumuman pengurus Partai Masyumi ini merupakan langkah lanjutan dari upaya menghidupkan kembali Masyumi," kata Abbas Thaha seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta.


Dalam pidato pembukaan, Abdullah Hehamahua berharap Masyumi hidup kembali sebagai warisan sejarah yang memegang teguh nilai-nilai keislaman dan Keindonesiaan.

Sementara Ahmad Yani mengaku menerima keputusan Majelis Syuro itu sebagai penugasan para ulama dan tokoh Islam untuk memimpin partai Islam yang pernah menjadi partai terbesar itu.

Dengan disahkan pengurus partai oleh Majelis Syuro, Yani mengajak semua pihak untuk bersama-sama membawa Partai Masyumi menjadi partai yang mampu melenggang ke parlemen.

Yani berharap dengan kehadiran Masyumi menjadi salah satu wadah politik Islam yang berjuang dengan sungguh~sungguh untuk mewujudkan cita-cita perjuangan politik Islam yang telah diletakkan oleh bapak-bapak bangsa seperti M. Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Buya Hamka dan Burhanuddin Harahap.

"Mereka telah melegenda dalam sejarah bangsa ini," kata Yani.

Menurut Yani, kebangkitan Partai Masyumi bertujuan untuk membidik suara umat yang masih bertamasya di partai- partai nasionalis.

Bahkan pada Pemilu 2019, partai bernuansa Islam tidak sampai mendapatkan 30 persen suara.

"Sepertinya berbanding terbalik dengan perolehan suara Capres pilihan ulama," kata Yani.

Oleh karena itu, suara umat Islam yang masih tamasya inilah yang menjadi bidikan Masyumi.

"Saya berpesan kepada seluruh pengurus Masyumi di wilayah dan daerah untuk tidak bermusuhan atau persaingan dengan partai Islam lainnya, melainkan mengajaknya menjadi mitra perjuangan yang sesungguhnya," pungkas Yani.

Dalam kesempatan yang sama juga digelar dialog Peringatan Mosi Integral Natsir bersama dengan Prof. Chusnul Mar'iyah, Dr. Mulyadi, Lukman Hakiem dan Ahmad Murjono yang dipandu oleh Sekretaris Jenderal Partai Masyumi, TB. Massa Djafar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya