Berita

Diskusi "Prospek Fincial Technology untuk Pesantren" yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (31/3)/Net

Nusantara

Pesantren Berpotensi Kembangkan Fintech, Kominfo Siap Dukung Dari Sisi Infrastruktur

KAMIS, 01 APRIL 2021 | 12:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pondok Pesantren memiliki potensi yang besar dalam memgembangkan financial technology di lingkungannya mengingat jumlah pesantren di Indonesia puluhan ribu dan santri yang mencapai jutaan.

Hal itu mengemukan dalam diskusi yang bertajuk "Prospek Fincial Technology untuk Pesantren" di Jakarta, Rabu (31/3). Diskusi yang diselenggarakan TVNU itu melibatkan tiga pembicara. Mereka adalah Koordinator Sub Direktorat Perekonomian I Kominfo, Eko Slamet Riyanto, Sekretaris LTN PBNU, Savic Ali, dan Wakil Ketua RMI PBNU, Hatim Ghazali.

Eko Slamet Riyanto mengatakan, fintech bukan hal baru, apalagi di era teknologi yang semakin maju.


Untuk itu, puluhan ribu jumlah pesantren dan jutaan santrinya perlu mengembangkan fintech di lingkungannya.

"Itu potensi yang luar biasa," kata Eko dengan penuh keyakinan.

Apalagi, sambung Eko, pesantren kini semakin melek terhadap teknologi informasi. Dia pun menyatakan bahwa pemerintah mendukung kemajuan fintech di pesantren.

"Mungkin dari pemerintah (terutama Kominfo) akan supprot, terutama di sisi infrastrukturnya," ucapnya.

Savic Ali mengatakan, perkembangan fintech di Indonesia, khususnya lingkungan NU termasuk di dalamnya ada pesantren sangat membaik. Meskipun disadari jika dibandingkan dengan negara maju seperti China, Indonesia masih tertinggal jauh.

Savic menyatakan, di berbagai tempat di China, banyak penduduknya yang dalam bertransaksi tidak memakai uang cash, melainkan menggunakan barcode.

"Kalau ini diterapkan di dunia pesantren tentu akan sangat memudahkan karena memang ada jutaan santri yang ada di Indonesia," ucap Savic.

Sementara Hatim Ghazli mengatakan, penggunaan fintech di pesantren belum masif dikarenakan masih banyak persoalan yang tidak mudah untuk diselesaikan.

Persoalan yang dimaksud, seperti tidak semua pesantren mendapatkan informasi terkait fintech itu sendiri, kemudian pesantren bisa "resisten" terhadap fintech karena dapat mengubah struktur dan sistem yang selama ini berjalan di pesantren.

"Jadi satu sisi pesantren harus terbuka dengan kemajuan yang sangat pesat di dunia fintech ini, tapi dalam hal yang lain harus ada mitigasi terhadap persoalan-persoalan yang muncul salah satunya adalah perubahan tradisi di pesantren," kata Hatim.

Dia mencontohkan tradisi yang berjalan di pesantren. Menurutnya, masyarakat atau wali santri kalau berkunjung ke rumah kiai membawa hasil buminya.

"Nah kok sekarang tiba-tiba di depan rumahnya kiai ada barcode, ini menjadi sesuatu yang lucu," ucapnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya