Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Survei TBRC: Masyarakat Merasa Puas Dan Ingin Jokowi Jadi Presiden Lagi Di 2024

KAMIS, 01 APRIL 2021 | 10:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kinerja Presiden Joko Widodo terbilang moncer dihati rakyat Indonesia. Terbukti mayoritas masyarakat, berdasarkan survei yang dirilis Timur Barat Center Riset (TBRC), puas dengan kinerja Jokowi-Maruf Amin.

Tercatat sebanyak 70,7 persen responden sangat puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi -Maruf Amin dalam mengelola politik dan membuat kebijakan politik di pemerintahannya. Hanya 21,7 persen yang menyatakan tidak puas dan sebanyak 7,6 persen tidak menjawab.

Selain itu, sebanyak 80,2 persen responden menyatakan bahwa Presiden Jokowi sukses dalam mengelola koalisi parpol yang ada di pemerintahan. Hanya 14,6 persen menyatakan tidak berhasil dan sebanyak 5,2 persen tidak memberikan jawaban.


“Survei TBRC juga merekam optimisme 83,7 persen responden bahwa Jokowi-Maruf bisa mengatasi pandemi,” ujar Direktur Eksekutive TBRC, Johanes Romeo kepada wartawan, Kamis (1/4).

Johanes mengatakan bahwa survei ini turut meminta pendapat responden mengenai perubahan wacana amandemen UUD 1945 tentang periode masa jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode. Tercatat sebanyak 72,9 persen responden menyatakan sangat mendukung dan setuju dan sebanyak 20,7 tidak setuju dan tetap 2 periode saja, sementara sebanyak 6,4 persen tidak menjawab.

“Ketika responden diberikan pertanyaan apakah Jokowi layak untuk dipilih kembali sebagai presiden pada pilpres 2024, maka sebanyak 68,4 persen menyatakan Jokowi layak untuk dipilih kembali di pilpres 2024,” tuturnya.

“Hanya sebanyak 27,3 menyatakan tidak setuju Jokowi dipilih kembali Dan sebanyak 4,3 persen tidak menjawab,” demikian Johanes.

Survei dilakukan mulai 16 hingga 26 Maret 2021 dengan jumlah responden 1.816 dari Warga Negara Indonesia yang berusia diatas 17 tahun. Penentuan responden mengunakan metode multistage random sampling hasil survei memiliki margin of error 2,3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Pengambilan data survei dilakukan dengan metode wawancara melalui salularan telepon seluler dan WhatsApp.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya