Berita

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ossy Dermawan/Net

Politik

Tantang Moeldoko Buktikan Pertentangan Ideologi Demokrat, Ossy Dermawan: Tunjukkan Satu Saja

SELASA, 30 MARET 2021 | 00:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko ditantang untuk mengungkap bukti adanya pertentangan ideologi di internal Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Tantangan tersebut diutarakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ossy Dermawan merespons tudingan Moeldoko yang disampaikan belum lama ini.

"KSP Moeldoko, tunjukkan satu saja bukti nyata bahwa sedang terjadi pertentangan ideologis di tubuh Partai Demokrat kepemimpinan AHY," tegas Ossy Dermawan di akun Twitternya, Senin (29/3).


Ossy yang juga staf pribadi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menilai, pernyataan mantan Panglima TNI tersebut hanya omong kosong belaka. Bila tudingan tersebut dibiarkan bergulir tanpa bukti, ia khawatir yang terjadi hanya mengadu domba publik.

"Jangan tebar fitnah dan hoax serta adu domba anak bangsa," tegasnya menutup.

Dalam kesempatan sebelumnya, Moeldoko yang didaulat sebagai Ketum Demokrat berbalut 'KLB' Deli Serdang menuding, Demokrat di bawah kepemimpinan AHY sedang dilanda kekisruhan. Hal itu terjadi karena adanya perang ideologis dalam persiapan menyongsong hajatan akbar politik di tahun 2024.

"Arah demokrasi sudah bergeser di dalam tubuh Demokrat. Ada situasi dalam perpolitikan nasional yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024, pertarungan ini terstruktur dan mudah dikenali, ini menjadi ancaman bagi cita-cita menuju Indonesia emas 2045," kata Moeldoko Minggu kemarin (28/3).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya