Berita

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

HNW: Penolakan Megawati Tanda Wacana Presiden 3 Periode Berakhir, Masih Mau Ngotot?

MINGGU, 28 MARET 2021 | 08:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menjadi tanda bahwa wacana untuk presiden menjabat 3 periode berakhir.

Begitu tegas Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) menanggapi wacana yang muncul dalam sebulan terakhir tersebut.

“Memang penolakan Megawati tandai wacana masa jabatan presiden 3 periode telah berakhir,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/3).


Selain pernyataan Megawati, HNW juga mengurai fakta bahwa partai-partai di DPR tegas menolak wacana itu. Baik Gerindra dan Golkar sebagai partai koalisi, maupun PKS dan Demokrat sebagai partai di luar pemerintah.

“Apalagi Gerindra, Golkar juga akan majukan ketumnya sebagai capres 2024. PKS dan PD dan Presiden Jokowi juga menolak wacana tersebut,” tegasnya.

Kepada pihak-pihak yang terus mendengungkan wacana presiden 3 periode apalagi mengkampanyekan duet Joko Widodo-Prabowo Subianto berduet di Pilpres 2024, HNW meminta mereka untuk segera mengakhiri hal tersebut.

“Tetap ngotot 3 periode? Untuk Kepala Desa, bisa!” demikian politisi PKS itu.

Megawati dalam peluncuran buku 'Merawat Pertiwi, Jalan Megawati Soekarnoputri Melestarikan Alam', yang disiarkan channel Youtube PDI-P, Rabu lalu (24/3) menekankan bahwa pihak yang mendengungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menjadi presiden selama tiga periode, sebenarnya adalah pihak yang menginginkan hal tersebut.

"Yang omong itu yang kepengin sebetulnya. Siapa tahu suatu saat dia bisa 3 periode," kata Megawati.

Baginya, tudingan Jokowi ingin 3 periode tidak berdasar. Sebab, presiden tidak bisa mengubah isi UUD 1945 untuk menambah masa jabatan begitu saja.

"Memang presiden bisa merubah keputusan secara konstitusi? Kan tidak. Kan tidak," ucap Megawati.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya