Berita

Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief/Net

Politik

Sentil Kasus Pasek, Marzuki, Dan Jhoni Allen, Andi Arief: DNA Kami Bukan Menyerang Masalah Pribadi

JUMAT, 26 MARET 2021 | 09:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jumpa pers di Hambalang, Bogor, yang dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan diri Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara ternyata menyita perhatian khusus bagi publik.

Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief bahkan mengeluarkan sebuah pernyataan balik atas jumpa pers yang menyebut Wisma Atlet Hambalang sebagai cikal bakal runtuhnya Demokrat.

Andi Arief lantas menyentil sejumlah nama. Pertama adalah nama loyalis Anas Urbaningrum, Gede Pasek Suardika dan Muhammad Rahmad. Keduanya, oleh Andi Arief diduga sebagai tempat menyimpan dana Hambalang.


“Keduanya sudah hengkang dan masuk partai lain sekarang ikut KLB Moeldoko,” tegasnya lewat akun Twitter pribadi, Jumat (26/3).

Selain itu, Andi Arief juga menyebut nama Marzuki Alie yang masuk dalam dakwaan kasus KTP-el. Di mana kasus ini, menurut Andi Arief belum tuntas selesai.

“Juga ada nama Anas Urbaningrum,” sambungnya.

Terakhir, Andi Arief menyinggung nama Jhoni Allen Marbun yang nasibnya bergantung pada sang supir. Jika supir tertangkap, katanya, maka Jhoni akan jadi tersangka KPK.

“Kini sopirnya Joni Allen disuruh kabur yang bersangkutan di Papua,” tuturnya tanpa mengurai detai kasus yang dimaksud.

Namun demikian, Andi Arief memastikan bahwa Partai Demokrat tidak memiliki budaya mengumbar masalah pribadi ke publik sebagaimana dilakukan kelompok Moeldoko.

“Ini bukan DNA kami dalam melakukan perjuangan politik dengan menyerang masalah pribadi. Tidak elok jika masalah hukum ini menjadi alat serangan politik hanya karena KLP Abal-abal,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya