Berita

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan/RMOL

Politik

Soal Desakan Audit Bulog, DPR Serahkan Sepenuhnya Kepada BPK

KAMIS, 25 MARET 2021 | 22:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Badan Urusan Logistik (Bulog), hasil impor di tahun 2018 hingga 2019, masih menumpuk sebanyak 859.877 ton.

Tumpukan stok beras tersebut berpotensi mengakibatkan kerugian hingga Rp 1,25 triliun karena mulai terancam tidak layak konsumsi karena mutunya turun.

Berbagai pihak mendorong agar Bulog segera diaudit.


Soal audit itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyerahkan masalah audit ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kita serahkan ke hasil pemeriksaan BPK. Tapi memang semua BUMN kan memang harus diaudit," ujar Daniel kepada wartawan, Kamis (25/3).

Dirut Bulog Budi Waseso sebelumnya, di hadapan Komisi IV juga telah mengakui akan adanya potensi kerugian keuangan negara tersebut. Dan jumlahnya pun tidak sedikit.

Dia menyebut, jika ada sebanyak 300 ribu ton beras yang gagal jual, kemudian harga per kilo sekitar Rp 8.000, maka potensi kerugian sudah mencapai Rp 2,4 triliun.

"Makanya jangan ulangi kesalahan yang sama. Itu bukan uang APBN, tapi utang bank dengan kredit komersial. Harus benar-benar dihitung dengan baik," kata Daniel.

Ombudsman RI, dalam konferensi pers virtual, Rabu kemarin (24/3), juga mengatakan, stok beras di Bulog saat ini banyak diisi oleh beras yang kualitasnya sudah menurun, nilainya hampir 50 persen dari stok beras secara keseluruhan.

"Beras turun mutu di gudang Perum Bulog salah siapa? Nilainya besar, terdapat sekitar 300-400 ribu ton beras yang ada di gudang perum Bulog saat ini turun mutu dan berpotensi mengalami kerugian," kata Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika.
 
"Jika setengahnya saja sudah nggak layak konsumsi, maka potensi kerugian negara sebesar Rp 1,25 triliun," imbuhnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya