Berita

Ketua KPK Firli Bahuri/RMOL

Politik

Isi Kuliah Umum Di Unsyiah, Firli Bahuri Beberkan 3 Provinsi Dengan Kasus Korupsi Terbanyak

KAMIS, 25 MARET 2021 | 18:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebanyak 1.552 kasus korupsi yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia telah ditangani KPK sejak tahun 2004 hingga 2020. Ketua KPK Firli Bahuri berharap 8 provinsi lain bisa menjaga prestasi tidak terlibat dalam korupsi.

Harapan itu dia sampaikan saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Kamis (25/3).

“Mudah-mudahan 8 (provinsi lain) itu tidak ada, bukan karena belum tertangkap," ujarnya.


Dalam kesempatan ini, Firli juga membeberkan 3 provinsi dengan kasus korupsi terbanyak di tanah air. Ketiganya adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Untuk Aceh, posisinya berada di urutan ke-13 dengan 14 kasus.

"Tertinggi itu ada di Jabar 101 tersangka, nomor 2 Jatim, Sumut," urainya.

Dalam kesempatan ini, Firli juga membeberkan bahwa untuk kategori profesi atau jabatan, ada sebanyak 21 gubernur yang telah berurusan dengan KPK. Untuk bupati/walikota berjumlah 129 kasus, dan anggota legislatif sebanyak 280 kasus.

“Tersangka paling banyak dari kalangan swasta sebanyak 329 orang,” tuturnya.

Data tersebut sengaja dibeberkan Firli untuk mengingatkan agar tidak ada lagi penyelenggara negara yang melakukan korupsi.

Sementara kepada mahasiswa Unsyiah Banda Aceh untuk bisa memahami modus korupsi, sehingga dapat terhindar dari bahaya korupsi.

Firli turut mengurai mengenai sebab korupsi dilakukan. Salah satunya karena sifat keserakahan manusia, kesempatan yang dimiliki, sistem yang buruk, serta lemahnya integritas pada diri seseorang.

Untuk itu, integritas seseorang harus dibangun sejak dini. Termasuk di kampus dengan menerapkan pendidikan antikorupsi.

"Dari Unsyiah, saya ingin melihat nantinya muncul agen-agen pembangun integritas dan penyuluh antikorupsi, agar orang di sekitar kita takut dan tidak lagi melakukan korupsi," tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya