Berita

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melihat secara langsung penenun ikat kain khas NTT di Kabupaten Sumba Barat Daya yang merupakan binaan yayasan Kalakioma. Senin (22/3/2021)/Ist

Politik

Tenun NTT Sangat Unik Dan Eksotik, Permasalahannya Hanya Kurang Promosi

LaNyalla Dukung Exotic Tenun Fest 2021
KAMIS, 25 MARET 2021 | 13:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Untuk pertama kalinya, event Exotic Tenun Fest 2021 meluncur di Nusa Tenggara Timur. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan dukungan untuk event yang berlangsung 22-24 Maret 2021. Dia optimis Exotic Tenun Fest 2021 bisa mengangkat UMKM NTT.

Exotic Tenun Fest 2021 adalah preliminary event untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Labuan Bajo, Juni 2021.

Event ini akan melibatkan sekitar 960 produk tenun ikat, bersama produk turunannya, karya penenun dari UMKM di NTT. Pada saat penutupan, tercatat total nilai transaksi sebesar Rp. 1,3 miliar.


Tenun-tenun tersebut dipajang secara virtual melalui e-catalog selama kegiatan dan dapat diakses melalui situs www.exotictenunfest.com. Bank Indonesia (BI) perwakilan NTT menargetkan Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar dari kegiatan ini.

"Saya sangat mendukung Exotic Tenun Fest 2021 di NTT. Apalagi tujuannya untuk mendorong UMKM dalam pemulihan ekonomi, serta mendukung pengembangan tenun ikat melalui digitalisasi promosi dan sistem pembayaran," tutur LaNyalla, Kamis (25/3).

Ketua senator asal Jawa Timur itu juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas tenun di NTT, khususnya di tengah pandemi Covid-19.

"Tenun khas NTT sangat unik dan eksotik. Jika pasar dibuka lebar-lebar, dapat dipastikan peminat kain tenun ikat NTT akan tinggi," katanya.

LaNyalla menilai permasalahan yang selama ini terjadi adalah kurangnya promosi. Sehingga, masyarakat Indonesia kurang mengenal keunikan kain tenun NTT.

"Digitalisasi yang diterapkan dalam Exotic Tenun Fest 2021 merupakan langkah awal yang positif. Para perajin dapat memanfaatkan event ini sebaik-baiknya untuk menghidupkan roda ekonomi," ujarnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya