Berita

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying/Net

Dunia

Imbangi Perang Sanksi, China Terbitkan Laporan Tahunan Situasi HAM AS

KAMIS, 25 MARET 2021 | 06:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah tekanan yang meningkat dari Amerika dan sekutunya terkait Xinjiang dan masalah domestik lainnya, China menerbitkan laporan situasi hak asasi manusia AS tahunan pada Rabu (24/3) waktu setempat.

Laporan tahunan tersebut menyoroti sejumlah kasus, termasuk Covid-19 yang berubah menjadi tragedi kemanusiaan, kekacauan dalam demokrasi Amerika yang tercermin dengan jelas dalam kerusuhan Capitol, dan diskriminasi yang berkembang baru-baru ini terhadap etnis minoritas.

Dalam tujuh bab utama, laporan berisi 15.000 kata itu dimulai dengan kutipan terkenal "I can't breathe!" oleh George Floyd, seorang Afrika-Amerika yang meninggal setelah seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya, dan telah memicu protes nasional.


"Namun, kerusakan paling mencolok dalam situasi hak asasi manusia di AS adalah kegagalan pemerintahannya dalam menangani epidemi Covid-19," kata laporan itu, seperti dikutip dari Global Times.

Pada akhir Februari 2021, AS, rumah bagi kurang dari 5 persen populasi dunia, menyumbang lebih dari seperempat kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di dunia dan hampir seperlima kematian global akibat penyakit tersebut. Lebih dari 500.000 orang Amerika kehilangan nyawa karena virus.  

China biasanya menerbitkan laporan tahunan tentang situasi hak asasi manusia AS sebagai tanggapan atas laporan tahunan Amerika tentang praktik hak asasi manusia yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS setiap tahun. Namun, tahun ini, dalam lingkungan geopolitik yang semakin kompleks, pemerintah China berinisiatif mengeluarkan laporannya terlebih dahulu.

Laporan terbaru yang dikeluarkan China tersebut berfokus pada epidemi Covid-19 yang telah menjadi tragedi kemanusiaan akibat kegagalan pemerintahan politisi AS, memperbesar kekacauan dalam demokrasi Amerika.

Laporan itu juga menunjukkan bahwa ada jumlah rekor penembakan senjata, sementara kepercayaan masyarakat Amerika terhadap ketertiban sosial memudar pada tahun 2020.

Tepat pada hari Senin (22/3), sebuah insiden penembakan baru terjadi di Colorado, menyebabkan kematian sedikitnya 10 orang.  Juga penembakan sebelumnya di Atlanta yang menewaskan delapan orang.

Orang Amerika membeli 23 juta senjata pada 2020 di tengah epidemi yang tidak terkendali. AS juga mengalami lonjakan protes rasial dan konflik terkait pemilihan presiden, menurut laporan itu.

Laporan itu keluar di tengah perang sanksi antara China dengan Uni Eropa dan sejumlah negara Barat termasuk AS, Inggris, dan Kanada terkait masalah pelanggaran HAM di Xinjiang.

Lewat sanksinya, UE menargetkan empat pejabat senior di Xinjiang. mereka melakukan pembekuan aset para pejabat dan larangan untuk berpergian di dalam blok tersebut. Warga negara dan perusahaan Eropa juga tidak diizinkan memberi mereka bantuan keuangan.

Sanksi tersebut telah dibalas oleh China terhadap terhadap 10 orang dan empat institusi, termasuk lima anggota Parlemen Eropa.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya