Berita

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad/RMOL

Politik

Sertifikat Vaksinasi Bakal Jadi Penunjang Perjalanan, Politikus Gerindra: Tunggu Sampai Jumlah Vaksinasi Tinggi

RABU, 24 MARET 2021 | 17:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia telah memutuskan dan menyepakati perihal sertifikat vaksinasi bisa dijadikan pelengkap dokumen perjalanan lintas negara.

Sayang, hal itu belum bisa diikuti Indonesia. Karena masih terkendala proses vaksinasi yang angkanya masih 200 ribu hingga 300 ribu orang per hari. Jauh dari target sebanyak 1 juta vaksinasi per hari.

Sehingga wacana menjadikan sertifikat vaksinasi sebagai persyaratan melakukan perjalanan masih menuai polemik di kalangan masyarakat.


Menurut Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, penerapan kebijakan tersebut bisa dilakukan jika jumlah vaksinasi di Indonesia sudah cukup tinggi.

"Ya mungkin bisa dilakukan nanti kalau tingkat vaksinasi itu sudah lebih tinggi. Karena kita tahu tingkat vaksinasi ini kan masih belum tinggi di negara kita,” ucap Dasco di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (24/3).

Dengan kondisi tersebut, politikus Gerindra itu khawatir jika nanti diberlakukan kebijakan sertifikat vaksinasi sebagai penunjang syarat perjalanan antarnegara, justru akan menyulitkan masyarakat yang akan pergi ke luar negeri.

Disinggung mengenai banyaknya masyarakat yang tidak percaya dengan vaksinasi di Indonesia, dan memilih menggunakan tes PCR atau swab antigen, Dasco mengatakan, kampanye vaksinasi harus dilakukan secara masif terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan sertifikat vaksinasi bisa digunakan untuk dokumen penunjang perjalanan antarnegara.

"Nah bagaimana masyrakat bisa lebih percaya, itu tugas kita semua. Tapi memang sebaiknya selama angka vaksinasi itu belum tinggi sebaiknya itu (sertifikat vaksinasi) jangan dilakukan dulu,” tutup Dasco.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

DPR Minta TVRI Maksimalkan Siaran Piala Dunia hingga Pelosok Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:12

Budisatrio Dinilai Tepat Gantikan Sugiono di Kementerian Luar Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:53

KPK Kembali Periksa Lima Pejabat Pemkab Bekasi Terkait Kasus Suap Ijon Bupati Ade Kuswara

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:47

Trump: Putin Setuju Tahan Serangan ke Ukraina Selama Musim Dingin Ekstrem

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:29

Lonjakan Harga Emas Diprediksi Tembus Rp4,2 Juta Akhir Tahun

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:16

Pasar Minyak Masih Bergejolak Tanggapi Rencana AS Serang Iran

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:08

Bawang Putih Impor Bakal Masuk Pasar, Kemendag Targetkan Harga Jinak Sebelum Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:50

Saham Nokia Anjlok, Ketua Dewan Komisaris Mengundurkan Diri

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20

Buntut Kasus Hogi Minaya, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Rapat Pleno Tetapkan Gus Yahya Kembali Pimpin NU

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Selengkapnya