Berita

Tugu Nol Kilometer di Sabang, Aceh/Net

Politik

Laksanakan Instruksi Jokowi, Sandiaga Akan Kembangkan Pulau Weh Dengan Investasi UEA

RABU, 24 MARET 2021 | 15:02 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah menggodok kawasan Pulau Weh, Aceh, sebagai destinasi pariwisata yang cocok dikembangkan di wilayah terdepan Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, hal tersebut sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo. Di mana lokasi tersebut nantinya akan dikembangkan melalui investasi Rp 7 triliun dari Uni Emirat Arab (UEA).

"Saya mendapat intruksi dari Bapak Presiden Jokowi bahwa ada beberapa spot pariwisata seperti Pulau Weh, Aceh, untuk dikembangkan dengan Uni Emirat Arab dan investasi lainnya," kata Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (24/3).


Pulau Weh memang dikenal akan kecantikan pantai dan wisata bawah lautnya. Sebut saja Pantai Iboih, Pantai Gapang, hingga Pulau Rubiah selalu jadi spot favorit wisatawan untuk snorkeling dan diving.

Di samping itu, Pulau Weh juga mempunyai Tugu Nol Kilometer yang menjadi lokasi wajib bagi wisatawan untuk berfoto. Tugu Nol Kilometer juga menjadi bukti bahwa Pulau Weh merupakan titik paling barat Indonesia.

Untuk mengeksekusi intruksi Presiden Jokowi tersebut, Sandiaga gerak cepat dengan kolaborasi bersama Badan Pengelola dan Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mentargetkan satu juta wisatawan domestik dan manca negara berkunjung ke Sabang di tahun 2022.

"Sabang sering disebut sebagai surga tersembunyi bagi para wisatawan yang ingin berwisata dengan nyaman dan tenang. Sejak dahulu, Sabang memiliki posisi strategis untuk dikembangkan. Potensi wisata baharinya mampu menggeliatkan usaha-usaha pariwisata seperti hotel, resort, dan juga ekonomi kreatifnya," terangnya.

"Target kami pada tahun depan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang bisa mencapai lebih dari satu juta. Mudah-mudahan dapat kita realisasikan," demikian Sandiaga.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya