Berita

Silaturahmi PKS dan Nasdem Purwakarta/RMOLJabar

Politik

Safari Politik Ke Nasdem, PKS Purwarkarta Enggan Dianggap Penjajakan Koalisi

RABU, 24 MARET 2021 | 12:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Jajaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Purwakarta sangat memahami bahwa politik tidak hanya soal kontestasi. Politik juga merupakan komunikasi yang berimplikasi pada terbangunnya sinergi untuk pembangunan Purwakarta yang lebih baik lagi.

Untuk itu, PKS Purwakarta pun memulai safari politik yang dibalut dengan silaturahmi dengan sejumlah elemen masyarakat termasuk partai politik lainnya. Ini menjadi salah satu cara yang dilakukan PKS untuk membangun komunikasi positif.

"Meski demokrasi kita dibangun untuk berkompetisi dan dalam kompetisi tersebut semua energi dikerahkan, namun setelah kompetisi usai kita juga tidak boleh baper. Sinergitas semua elemen masyarakat untuk kemajuan wilayah tetap harus dibangun," kata Ketua DPD PKS Kabupaten Purwakarta, HM Arief Kurniawan, Rabu (24/3).


Apakah ini merupakan penjajakan koalisi menuju Pilkada Purwakarta? Arief menegaskan bahwa hal itu belum menjadi bahasan dalam agenda tersebut.

"Belum sampai ke arah sana. Tapi, dalam politik berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Karena untuk menuju Pilkada, PKS tidak bisa sendiri, harus bersama-sama," tuturnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Terpisah, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Purwakarta, Luthfi Bamala, menyambut agenda silaturahmi yang dilakukan PKS ke sekretariat Nasdem Purwakarta di Kawasan Situ Buleud.

"Hanya penjajakan awal dan silaturahmi saja, kita juga menyamakan persepsi berkaitan dengan kader-kader kita di parlemen. Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa menjadi pembuka komunikasi kini dan di masa-masa yang akan datang," demikian Luthfi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya