Berita

Ilustrasi Pemilu/Net

Politik

Sidang Paripurna, Demokrat Kembali Suarakan Revisi UU Pemilu Masuk Prolegnas 2021

RABU, 24 MARET 2021 | 00:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

DPR RI menggelar rapat paripurna guna melakukan pengesahan sebanyak 33 RUU yang masuk program Legislasi Nasional Prioritas 2021, gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (23/3).

Dalam rapat paripurna tersebut, anggota Fraksi Partai Demokrat Marwan Cik Asan meminta pimpinan DPR RI untuk memilah undang-undangv yang menjadi prioritas dan yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satunya RUU Pemilu yang ditendang dari daftar RUU Pemilu.


Menurutnya, RUU Pemilu perlu dibahas lantaran mengacu pada prose pemilu 2019 silam yang mermakan waktu dan juga korban dari pihak penyelenggara pemilihan umum.

“Kita telah belajar dari pengalaman 2019 yang kita tetapkan pada waktu yang bersamaan sangat menguras energi anak bangsa sangat menguras biaya bisa membaca masyarakat karena pada waktu yang bersamaan begitu banyak yang harus dipilih meskipun bisa saja nanti Pemilu 2024 akan diagendakan beberapa kali untuk itu kami memandang RUU Pemilu ini sangat penting untuk kita masukkan kita bahas di prolegnas prioritas 2021,” ucap Marwan dalam rapat paripurna.

Selain RUU Pemilu, Partai Demokrat juga menyuarakan perihal undang undang lainnya yang dinillai bersinggungan dengan kebutuhan rakyat Indonesia, di antaranya UU Data Pribadi, UU Otsus Papua yang hingga kini menuai polemik di kalangan masyarakat.

"Di samping itu tentu Partai Demokrat mendukung secara penuh seluruh uu yang langsung bersentuhan dnegan kebutuhan rakyat mislanya uu tentang obat dan makanan, uu wabah, uu daerah kepulauan, uu data pribadi, uu tentang otsus bagi papua dan uu lainnya yang kami rasa dibutuhkan oleh rakyat Indonesia saat ini,” ujarnya.

"Prinsipnya kami setuju tapi kami dapat memilih dan memilah karena tidak mungkin 32 UU itu kita selesaikan semua,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya