Berita

Ilustrasi

Politik

Ingatkan Bahaya Senosentris, Fraksi PKS Minta Percepatan Pengembangan Dan Produksi Vaksin Dalam Negeri

SELASA, 23 MARET 2021 | 20:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi IX Fraksi PKS DPR RI Ansory Siregar mengingatkan pemerintah dan parlemen terkait bahaya budaya senosentris.

Senosentris sendiri memiliki terminologi membenci produk dalam negeri dan membanggakan produk luar.

Hal ini diungkap Ansory menyoal vaksin nusantara dengan nama Vaksin Merah Putih agar didorong untuk segera dilakukan pengembangan dan didistribusikan kepada masyarakat.


Pernyataan Ansory tersebut terlontar pada saat interupsi rapat paripurna DPR RI dengan agenda pengesahan 33 RUU yang masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021 di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/3).

"Saya beri judul segera wujudkan vaksin Nusantara hindari senosentris. Senosentris itu membanggakan produk bangsa lain daripada produk bangsa sendiri bahkan ada yang bilang membenci produk sendiri dan membanggakan produk lain, jadi hindari,” ucap Ansory.

Anshory mengingatkan beberapa hal agar pemerintah dan parlemen mau mendorong pengembangan vaksin nusantara yang penelitiannya sampai saat ini masih mangkrak lantaran terkendala biaya dan kebijakan dari pemerintah itu sendiri.

"Mengigat yang pertama, Presiden RI Bapak Jokowi sudah pernah memanggil Kemenkeu untuk membantu mewujudkan vaksin nusantara, atau vaksin produk anak bangsa. Mengingat yang kedua adalah, Inpres 6/2016 tentang Percapatan Pengembangan Industri Farmasi, dan Alat Kesehatan. Ini udah ada inpresnya ya,” bebernya.

Selain itu, lanjut Ansory, pimpinan DPR RI telah mendukung percepatan pengembangan vaksin nusantara. Sehingga, seharusnya pemerintah mendukung pengembangan vaksin nusantara sebagai produk dalam negeri yang patut dibanggakan.

"Kemudian mengingat yang ke empat masih banyak dan saya ketemu juga banyak dokter-dokter atau tenaga kesehatan yang belum mau divaksin dengan vaksin yang sekarang, mereka menunggu vaksin nusantara,” imbuhnya.

Kemudian yang kelima, lanjut Ansory, kesimpulan rapat Komisi IX DPR RI pada 10 maret 2021 dengan Menkes, Menristek/BRIN, BPOM RI, Direktur Lembaga Molekuler Eijkmann.

Komisi IX DPR RI mendesak Kemenkes RI dan BPOM RI untuk berkoordinasi dengan Kemenristek untuk terus mendukung dan melakukan pendalaman pengembangan tehadap kandidat Vaksin Merah Putih dengan tetap memperhatikan persyaratan wajib dalam proses pengembangan vaksin dan sesuai dengan peraturan perundang-undanganan yang ada.

“Komisi IX DPR RI mendukung percepatan pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan Inpres 6/2016 termasuk pengembangan kandidat vaksin nusantara," pungkasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

DPR Minta TVRI Maksimalkan Siaran Piala Dunia hingga Pelosok Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 12:12

Budisatrio Dinilai Tepat Gantikan Sugiono di Kementerian Luar Negeri

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:53

KPK Kembali Periksa Lima Pejabat Pemkab Bekasi Terkait Kasus Suap Ijon Bupati Ade Kuswara

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:47

Trump: Putin Setuju Tahan Serangan ke Ukraina Selama Musim Dingin Ekstrem

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:29

Lonjakan Harga Emas Diprediksi Tembus Rp4,2 Juta Akhir Tahun

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:16

Pasar Minyak Masih Bergejolak Tanggapi Rencana AS Serang Iran

Jumat, 30 Januari 2026 | 11:08

Bawang Putih Impor Bakal Masuk Pasar, Kemendag Targetkan Harga Jinak Sebelum Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:50

Saham Nokia Anjlok, Ketua Dewan Komisaris Mengundurkan Diri

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20

Buntut Kasus Hogi Minaya, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Rapat Pleno Tetapkan Gus Yahya Kembali Pimpin NU

Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01

Selengkapnya