Berita

Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke lahan calon ibukota negara baru/Net

Politik

Bupati Penajam Paser Utara: Berikan Kami Dana, Ibukota Negara Baru Akan Kami Bangun

SELASA, 23 MARET 2021 | 19:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana pemindahan ibukota negara dari DKI Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjadi perbincangan hangat semua kalangan.

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Masud mengatakan, pihaknya sangat siap jika pemerintah pusat serius memindahkan IKN ke daerahnya tersebut.

Bahkan, ia menyebut jika pemerintah pusat tidak mampu memindahkan IKN, pemerintah daerah (Pemda) Kaltim bisa diberikan kewenangan dan dana maka IKN baru bisa terealisasi.


"Jadi kalau ditanya kesiapan kami, insyaAllah kami siap, bahkan kami ingin. Kalau memang pemerintah Pusat tidak mampu untuk membangun ibukota yang baru, cukup dikasih pemerintah daerah saja tinggal dikasih dana, insyaAllah kami siap membangun ibukota negara baru itu," ujar Abdul Gafur dalam acara diskusikan Forum Legislasi bertajuk "Pembahasan RUU IKN Jadi Prioritas" pada Selasa (23/3).

Abdul menambahkan, dari segi tata letak geografis dan untuk pemerataan pembangunan di Penajam Paser Utara sudah sangat layak diperhatikan dan menjadi ibukota negara.

Menurutnya, Kalimantan Timur adalah salah satu provinsi terbesar penyumbang pendapatan negara, namun Kalimantan timur tidak merasakan pembangunan yang baik.

"Kalau kita ditanya pemerintah sudah sesiap apa sih, ya kami insyaAllah siap," tegasnya.

Pasalnya, kata dia, selama ini Kalimantan Timur bisa menyumbangkan Rp 600 triliun pertahun. Tetapi, kembali kepada daerah sebagai dana pembangunan hanya Rp 13 triliun atau tidak sampai 10 persen.

"Kalau ada ibukota negara yang baru di sini, mungkin untuk komunikasi lebih dekat dan lebih cepat, karena ibukota negaranya pindah di Kalimantan Timur khususnya di Penajam Paser Utara," demikian Abdul Gafur.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya