Berita

Aksi nyala lilin di Myanmar/Net

Dunia

Hormati Korban Tewas, Ratusan Lilin Dinyalakan Di Myanmar

SELASA, 23 MARET 2021 | 11:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Nyala ratusan lilin menerangi distrik Ahlone di Yangon, Myanmar, pada Senin malam (22/3). Lilin-lilin itu ditujukan untuk menghormati para korban yang meninggal dunia karena kekerasan aparat keamanan selama gerakan pembangkangan sipil.

Di Hsipaw di Negara Bagian Shan, nama-nama pengunjuk rasa yang tewas yang tertulis di kartu diletakkan di samping lilin.

"Kami roh tidak menginginkan junta," salah satu tulisan yang ada di sana.


Di tempat lain, balon berisi helium diterbangkan dengan membawa pesan yang menyerukan bantuan internasional. Pengunjuk rasa jalanan digantikan oleh mobil mainan atau boneka, beberapa dipimpin oleh potongan karton atau boneka boneka yang mengenakan pakaian.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) menyebut, setidaknya 261 orang meninggal dunia oleh kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan sejak kudeta militer pada 1 Februari.

Terbaru, tiga orang tewas di Mandalay selama kerusuhan pada Senin. Terdapat seorang bocah lelaki berusia 15 tahun di antara para korban, seperti dimuat CNA.

Pada malam hari, pasukan keamanan melancarkan lebih banyak penggerebekan di beberapa wilayah di Yangon, Suara tembakan terdengar, dan beberapa orang dilaporkan terluka.

Kekacauan yang terjadi di Myanmar membuat sejumlah negara melayangkan sanksi untuk junta militer.

Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap 11 tokoh yang dianggap terlibat dalam kudeta, termasuk panglima tertinggi Jenderal Min Aung Hlaing.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan kepada wartawan sebelum pertemuan bahwa penindasan militer telah mencapai tingkat yang tak tertahankan. Sehingga langkah-langkah yang lebih kuat perlu dilakukan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya